Beranda Headline Melihat Kondisi Alun-alun Karawang Kini: Dibangun Rp 17 M, Berujung Fasilitas Rusak-Tak...

Melihat Kondisi Alun-alun Karawang Kini: Dibangun Rp 17 M, Berujung Fasilitas Rusak-Tak Terawat

Kondisi alun-alun karawang
Alun-alun Kabupaten Karawang disebut-sebut tak memiliki daya tarik lagi. Kondisinya kini dipenuhi sampah dan banyak fasilitas yang rusak dan tak terawat.

KARAWANG – Alun-alun Kabupaten Karawang disebut-sebut tak memiliki daya tarik lagi. Kondisinya kini dipenuhi sampah dan banyak fasilitas yang rusak dan tak terawat.

Berdasarkan pantauan, alun-alun Karawang yang menelan anggaran sebesar Rp 17 miliar itu nampak sepi pengunjung, terutama pagi hingga sore hari.

Fasilitas yang disediakan pun nampak kumuh. Taman-taman dipenuhi sampah berserakan, rumput sintetis yang terpasang juga sudah robek dan terkesan dibiarka .

Baca juga: DPR RI Geram Limbah Medis Dibuang Sembarangan di Karawang, Desak Usut Tuntas

Masyarakat setempat Alwi (20) mengatakan, sepinya pengunjung dikarenakan alun-alun terasa panas dan hanya nyaman dikunjungi saat malam hari.

Kondisi alun-alun karawang
Potret terkini Alun-alun Karawang.

“Beda sama alun-alun dulu, siang sore juga banyak orang karena lumayan teduh ada pohon-pohon, ada pagernya. Saya sih lebih suka alun-alun dulu, sekarang mah panas,” katanya saat diwawancarai pada Kamis, 10 April 2025.

Sebagai masyarakat Karawang Alwi berharap, alun-alun bisa menjadi tepat yang nyaman untuk dikunjungi. “Seperti alun-alun di Kota/Kabupaten lain, siang-siang juga suka tetep ada yang dateng karena banyak pohon, dan ikonik,” katanya.

Baca juga: Libur Lebaran 2025, Pengunjung Wisata Pantai Utara Karawang Melonjak

Kondisi alun-alun karawang
Alun-alun Kabupaten Karawang disebut-sebut tak memiliki daya tarik lagi. Kondisinya kini dipenuhi sampah dan banyak fasilitas yang rusak dan tak terawat.

Di samping itu, warga lainnya Pebi berpendapat, alun-alun Karawang akan tetap tidak menarik jika masyarakat tidak berpartisipasi dalam menjaga kebersihan.

Belum lagi, fasilitas seperti rumput sintetis juga dirusak oleh masyarakat yang berkunjung.

“Padahal tempat sampah juga kan disediain, tapi tetep aja dibuang sembarangan. Fasilitas di rusak, jadi papan himbauan juga udah gak ada fungsinya,”  pungkas dia. (*)