
“Untuk dijual belum, tapi untuk pemasaran kami siap untuk beberapa model. Kami belum ada tools atau alat khusus untuk pemesanan, tapi kalau masyarakat ingin pesan bisa datang langsung ke galeri kami,” paparnya.
Di samping itu, ia mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk 2 kali pelatihan stainless steel di tahun ini adalah Rp30 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membeli bahan baku, honor pelatih dan juga pajak.
Baca juga: Anggota DPRD Karawang Ragukan Perampingan OPD, Bupati Aep: Agar Tidak Tumpang Tindih
“Anggaran ini hanya bisa digunakan untuk 2 kali pemakaian, pertama di bulan Februari dan kedua akan kami manfaatkan di bukan Agustus,” katanya.
Ia berharap, pelatihan ini bisa bermanfaat bagi warga binaan, agar ketika keluar lapas bisa menjalankan kehidupan yang baik dan lebih produktif.
“Negara sangat mendukung warga binaannya agar bisa mengikuti pelatihan dalam lapas. Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka memiliki skill untuk memenuhi hidup mereka. Ketika hidup terpenuhi, maka mereka tidak akan melakukan tindak pidana lagi,” pungkasnya. (*)








