Beranda Karawang Ngebecak 47 Tahun Sampai Pernah Kena Tipu, Abah Ujang Kini Dapat Harapan...

Ngebecak 47 Tahun Sampai Pernah Kena Tipu, Abah Ujang Kini Dapat Harapan Baru dari Becak Listrik

Abah ujang becak listrik karawang
Abah Ujang, salah satu penerima bantuan becak listrik asal Karawang.

KARAWANG — Selama 47 tahun, Abah Ujang mengandalkan tenaga kakinya untuk mengayuh becak demi menghidupi keluarga. Kini, di usia 71 tahun, pria yang mangkal di kawasan Bundaran RSUD Karawang itu akhirnya mendapat bantuan becak listrik yang memberinya harapan baru untuk tetap mencari nafkah.

Abah Ujang mulai menjadi tukang becak pada 1979. Sejak saat itu, jalanan Karawang menjadi saksi perjalanan hidupnya. Dari mengantar penumpang ke pasar, alun-alun, hingga perjalanan jauh ke Bekasi, semuanya pernah ia jalani.

“Ngabecak tahun ’79,” kata Abah Ujang kepada Tvberita, Minggu (4/10/2026).

Baca juga: 220 Becak Listrik Diserahkan ke Lansia di Karawang, Langsung Dibawa Konvoi ke Jalan Raya

Di masa mudanya, jarak bukan persoalan. Dengan tenaga yang masih kuat, ia sanggup mengantar penumpang ke berbagai daerah, termasuk hingga Bekasi.

“Kapungkur mah dugi kamana ge kiat, dugi ka Bekasi. Ayeuna mah tos teu kuat,” ujarnya.

Seiring bertambahnya usia, kondisi itu berubah. Kini, Abah Ujang lebih banyak melayani perjalanan jarak dekat. Tubuhnya tak lagi sekuat dulu.

Penghasilannya pun ikut merosot. Jika dahulu ia bisa membawa pulang uang hingga ratusan ribu rupiah, sekarang mendapatkan Rp30 ribu dalam sehari saja sudah menjadi hal yang patut disyukuri.

“Kapungkur mah nyampe ratusan. Ayeuna mah teu aya pisan, dikasih paling 30,” katanya.

Meski demikian, hampir setiap hari Abah Ujang tetap mangkal menunggu penumpang.

Terkadang ada yang menggunakan jasanya, tetapi tak jarang ia pulang dengan penghasilan minim.

“Unggal dinteun wae. Ngan kadang-kadang kenging, kadang-kadang teu,” ujarnya.

Puluhan tahun mengayuh becak mulai meninggalkan jejak pada kondisi fisiknya. Ia mengaku sering mengalami kesemutan dan nyeri pada kaki. Namun, kebutuhan hidup membuatnya tetap bertahan di jalan.

Baca juga: Karawang Rotasi & Mutasi 139 PNS, Bupati Aep: Buktikan Kinerja atau Terima Konsekuensinya

“Sering kemutan ayeuna mah,” katanya.

Becak listrik karawang konvoi
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh naik becak listrik usai resmi diserahkan ke para lansia.

Menurutnya, bekerja tetap menjadi pilihan meski anaknya turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kudu kumaha atuh, da ku anak ge dibantu. Tetep berobat mah berobat wae,” ujarnya.

Di balik puluhan tahun mencari nafkah, Abah Ujang menyimpan banyak cerita. Salah satu yang paling membekas adalah saat dirinya menjadi korban penipuan penumpang.

Kala itu, ia mengantar seseorang ke kawasan Johar. Penumpang tersebut meminta dirinya menunggu sambil menitipkan sebuah kantong plastik. Setelah dua jam menunggu, orang itu tak kunjung kembali.

Saat kantong tersebut dibuka, isinya ternyata hanya batu bata. “Pernah Abah ditipu, pelanggan teh bade ka Johar, saurna nitip kresek. Diantosan we sampe dua jam, ditunggu teu aya uih wae. Ari dibuka teh kresekna bata,” tuturnya.

Baca juga: 220 Becak Listrik Diserahkan ke Lansia di Karawang, Langsung Dibawa Konvoi ke Jalan Raya

Abah Ujang juga masih mengingat masa ketika profesi tukang becak cukup ramai, terutama saat krisis moneter 1997. Saat itu, uang Rp10 ribu hasil mengayuh becak sudah sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pas moneter ’97, rada rame. Lumayan. Jadi kenging artos sapuluh rebu ge manfaat,” katanya.

Kini, di tengah usia yang tak lagi muda dan penghasilan yang semakin sulit didapat, Abah Ujang mendapat bantuan becak listrik. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya akan menjadi salah satu penerima bantuan tersebut.

Menurutnya, ada seseorang yang membantu mendaftarkan dirinya. Setelah melalui proses pendataan dan pemeriksaan dokumen, namanya akhirnya masuk daftar penerima.

Baca juga: Mahasiswa Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Satgas PPKPT Investigasi

Ia bahkan sudah mencoba mengoperasikan becak listrik tersebut setelah mengikuti pelatihan penggunaan sebelum penyerahan bantuan. Bantuan itu membuat semangatnya kembali tumbuh.

“Alhamdulillah, ayeuna aya bantuan. Tadi aya tarikanna, rada semangat,” katanya.

Abah Ujang tinggal di kawasan Ulekan, belakang RSUD Karawang. Ia masih memiliki seorang anak yang duduk di bangku SMK.

Setelah hampir setengah abad mengayuh becak konvensional, bantuan becak listrik menjadi harapan baru bagi Abah Ujang untuk tetap bekerja tanpa harus mengandalkan tenaga yang semakin terbatas. “Ya alhamdulillah, hatur nuhun pisan,” ucapnya. (*)