Beranda Headline Ortu Korban Pelecehan Kecewa dengan Oknum Pimpinan Ponpes di Karawang: Anak Saya...

Ortu Korban Pelecehan Kecewa dengan Oknum Pimpinan Ponpes di Karawang: Anak Saya Trauma Berat..

Ortu pelecehan santriwati karawang
Ilustrasi pelecehan santriwati. Foto: istimewa

KARAWANG – Orang tua (ortu) santriwati di Karawang yang anaknya diduga jadi korban pelecehan pimpinan ponpes di Kecamatan Majalaya, Karawang buka suara. Kondisi para korban disebut masih mengalami trauma berat.

Ayah seorang santriwati yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia memberanikan diri melapor ke pihak berwajib karena kondisi anaknya sangat mengkhawatirkan pasca kejadian.

“Kecewa dengan kejadian ini, anak saya ditawarin lanjut ke pondok pesantren sampe gak mau karena takut. Sekolah kemanapun gak mau, dia gak ketemu laki-laki, dengan omnya, kakak iparnya itu gak mau, terkecuali dengan saya bapaknya,” ungkap dia kepada tvberita.co.id pada Sabtu, 10 Agustus 2024.

Baca juga: Pimpinan Ponpes di Karawang Bantah Tuduhan Lecehkan 20 Santriwati

Ia mengatakan, pelecehan kepada anaknya terjadi pada 22 Maret 2024 dengan modus dipeluk-peluk, ditutup mata hingga gesekan fisik. Mendengar kabar tersebut, sontak membuatnya tak terima dan sakit hati. Terlebih anaknya kini baru berusia 15 tahun.

“Itu ada kakak kelas yang menyaksikan, posisinya saat tadarus. Selama 3 bulan (pasca kejadian) dia mengurung diri, makan gak mau, minum gak mau,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi kepada anak kandung M (43), ia memiliki 2 anak yang dipesantrenkan di Al-Irsa. Emosinya tak terbendung saat mengetahui kedua anaknya mendapatkan perlakuan tak senonoh dari pimpinan pondok pesantren.

Baca juga: GUSDURian Sentil Pihak yang Klaim Dugaan Asusila di Ponpes Karawang Tak Terbukti: Jangan Sok Tahu..

“Awalnya saya kira hanya anak pertama saya, ternyata anak kedua saya juga diperlakukan seru. Saya taunya setelah di rumah, dan anak kedua saya bener-bner dia pikir itu beneran hukuman,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, ia memutuskan untuk mendatangi pondok pesantren dan meminta keterangan (pertanggungjawaban).