
“Karena anggaran untuk pembangunan drainase memang tidak ada, kita harus mencari solusi yang terbaik, kedepannya untuk anggaran drainase bisa saja kita masukkan dalam anggaran,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Cilalawi Denden Saripudin saat dihubungi mengatakan, warga mengeluhkan jalan yang tidak dikikis sehingga konsultan mengalihkan pembangunan terlebih dahulu.
Baca juga: DPD PAN Purwakarta Bekali ToT untuk Saksi Pemilu 2024
“Belum ada kesepakatan warga terkait ketinggian, seharusnya dasar jalan tersebut harus dikikis,” jelas Denden.
“Memang seharusnya dikikis terlebih dahulu sehingga ketinggian sendiri tidak akan jauh lebih tinggi dari tanah warga,” ujarnya.
Denden menegaskan, proyek pembangunan jalan bukan dihentikan, hanya dialihkan. “Karena belum ada kesepakatan saja sehingga titik pembangunannya dialihkan dulu.”
“Masalahnya tidak ada anggaran untuk pengikisan, sehingga kami meminta agar anggaran yang sudah ada di RAB bisa dialokasikan untuk pengikisan,” pungkasnya. (trg/kii)








