
Salah satu orangtua siswa saat dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya bahkan diminta untuk membeli buku sebesar dua ratus ribu rupiah. Namun, karena merasa keberatan dirinya hanya memilih penyewaan buku yang lebih murah.
Baca juga: Batik: Lebih dari Sekedar Kain, Ini Makna Dibalik Namanya
“Disuruh namah beli buku yang 200 ribu, kalau sewa itu buku paket sewanya 20 ribu beli dua, satu semester dua kali beli, setahun 20 rebu sewanya,” ungkapnya.
Sementara saat dikonfirmasi Kepala SMPN 1 Tirtamulya, Nazmudin mengelak bahwa pihak sekolah melakukan praktek sewa buku paket kepada siswanya.
“Buku paket di satir tidak disewakan pak. Buku di satir dipinjamkan ke siswa gratis tidak dipungut biaya,” terangnya. (*)








