
“Temuan di lapangan, ada anak yang melukai diri sendiri dengan menyayat. Sekarang masih ditelusuri, apakah itu sekadar trend atau ada gangguan traumatis pada anak tersebut. Selain itu ada juga temuan kekerasan seksual pada anak,” katanya.
Hesti berharap, kedepan pihaknya bisa menambah titik lokasi bagi program SSA ini. Sebab, pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan terhadap anak sangatlah penting.
“Kegiatan SSA ini tidak ada anggarannya, sekolah juga banyak yang bersurat minta bantuan ke kami untuk mengisi sosialisasi. Titik beratnya, di sekolah itu sangat perlu ada satgas yang menangani permasalahan pelecehan dan kekerasan pada anak,” pungkasnya. (*)








