
“Alhamdulillah kalau ada kegiatan lomba, khususnya saat forum pondok pesantren, santri disini selalu mendapatkan juara,” ungkapnya.
Guru pengajar tahfiz Ponpes Roudhlotul Burhan, Dede Ruhiyat Muslim menerangkan, dirinya hanya menerapkan sistem sorog (setor) dan murojaah (mengulang) hapalan untuk menggembleng anak-anak.
Tetapi hasilnya tidak mengecewakan, karena santri malah ada yang menyetorkan 30 ayat dalam satu hari.
“Menghapal 15 menit saja, karena daya ingat anak-anak itu berbeda-beda. Setiap harinya ada setoran tidak ada libur, anak SD juga hapalan,” terangnya.
Baca juga: Diduga Korupsi PJU, 2 Pejabat Dishub Karawang Ditahan Jaksa
Berdasarkan pantauan, para santri terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang membuat karya, berlatih hadroh dan menghapal Al-Qur’an.
“Selain itu sebetulnya kita ada pencak silat, pramuka, paskibra juga,” katanya.
Pihaknya berharap, para santri di Pondok Pesantren Roudhlotul Burhan terus melakukan hal-hal produktif meskipun kondisi sekolah dan pesantren masih sederhana. (*)












