Beranda Karawang UBP Karawang Gelar Pelatihan Penulisan Buku Nonfiksi Bagi Para Dosen

UBP Karawang Gelar Pelatihan Penulisan Buku Nonfiksi Bagi Para Dosen

KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang jalin kerjasama dengan Institut Penulis Indonesia (IPI) dalam gelaran pelatihan penulisan buku nonfiksi bagi para dosen.

Menurut Rektor UBP Karawang, Dr. Dedi Mulyadi, SE., MM mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kompetensi para Dosen.

“Pelatihan yang dihadiri lebih dari 100 orang dosen Universitas Buana Perjuangan Karawang dengan menghadirkan narasumber, yaitu Epik Finilih seorang penulis dan penyunting profesional yang bersertifikat BNSP,” ujarnya.

Melalui kegiatan pelatihan penulisan buku nonfiksi, dirinya berharap dosen UBP Karawang pada akhirnya dapat menghasilkan karya tulis berupa buku yang dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa dilingkungan Universitas Buana Perjuangan Karawang khususnya, dan juga khalayak masyarakat luas pada umumnya demi kemajuan ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan dalam pemaparan materinya, Epik Finilih menyampaikan luasnya peluang menulis dan menerbitkan buku bagi para Dosen.

Selain itu, narasumber juga menyampaikan bahwa menulis merupakan proses kreatif yang dapat ditempuh oleh siapapun, apalagi para dosen yang sudah memiliki modal pengetahuan dan bahan untuk menulis.

“Para dosen tidak hanya dapat menghasilkan karya buku ajar saja, namun juga dapat membukukan hasil karya penelitiannya, baik dalam bentuk buku monografi maupun ilmiah popular,” imbuhnya.

Epik Finilih menjelaskan bahwa ide dapat bersumber dari mana saja, dari pikiran diri sendiri maupun orang lain. Dapat pula bersumber dari faktor-faktor eksternal seperti waktu, tempat, orang, situasi, serta peristiwa.

“Hal yang harus diurai adalah masalah-masalah yang terkandung di dalam ide tersebut yang kemudian disusun dalam peta pikiran dan dituangkan dalam draf naskah,” jelasnya.

Bukan hanya itu, dalam pelatihan tersebut Dosen UBP Karawang juga diberikan tugas untuk menyusun sebuah matriks ragangan naskah buku yang akan direncanakan untuk ditulis, tentunya hal ini sebagai implementasi dari ilmu yang telah didapatkan. (rls)

Artikel sebelumnyaKONI Karawang Lepas 18 Atlet ke PON XX Papua
Artikel selanjutnyaKetua IKA PJKR UNSIKA Yakin Kang RHD Bisa Bawa Perubahan Sepak Bola Jabar