Beranda News Selama Dua Tahun, Warga di Karawang Ini Diikat Tangan dan Kaki, Ini...

Selama Dua Tahun, Warga di Karawang Ini Diikat Tangan dan Kaki, Ini Kisahnya

TVBERITA.CO.ID – Selama 2 (Dua) tahun Tarmah (38) warga Dusun Ciwelut, Desa Panyingkiran, Kecamatan Rawamerta, Karawang, hidup dengan kaki di rantai.

Tarmah diketahui telah mengalami gangguan jiwa setelah diceraikan oleh suaminya 18 tahun yang lalu, dan anak semata wayang ikut meninggalkannya karena di bawa mantan suaminya.

“Awalnya depresi diceraikan suami, dan anak semata wayang dibawa mantan suami,” kata orangtua Tarnah, Amih, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Amih orang tuanya, sejak itu Tarmah sering memikirkan anaknya, lama kelamaan lamunan itu membuatnya mengalami gangguan jiwa.

Karena kerap bepergian jauh dan sering mengganggu warga akhirnya kaki Tarmah di rantai oleh orang tuanya.

“Dirantai karena sering pergi jauh dan ganggu warga,” terangnya.

Dikarenakan keterbatasan ekonomi, orang tua Tarmah tidak mampu untuk mengobatinya, selama 18 tahun anaknya mengalami depresi hingga akhirnya mengalami gangguan jiwa.

“Berobat sewajarnya saja tidak pernah dirawat atau di bawa ke rumah sakit khusus,” tandasnya.

Lanjutnya, setalah keluarga meminta izin ke pegawai desa, kini Tarmah tinggal di gubug dengan kondisi kaki diratai dan tak berdaya.

“Kondisi saat ini dikurung dan dirantai, saya meminta izin ke wakil karena takut kenapa napa, dan wakilpun mengijinkan” jelasnya.

Kini Tarmah tinggal sediri di gubug yang sudah reyot dengan kondisi kaki dirantai. Namun, pihak keluarga tetap memberika makan dan minum setiap harinya. (siberindo.co)