Beranda News Serius Tingkatkan PAD, Bapenda Kejar Potensi Peningkatan Pajak

Serius Tingkatkan PAD, Bapenda Kejar Potensi Peningkatan Pajak

PURWAKARTA-Bapenda Kabupaten Purwakarta yang menargetkan peningkatan PAD tahun ini terutama dari sektor pendapatan pajak ternyata tidak main-main.

Sebelumnya Kepala Bapenda Kabupaten Purwakarta Asep Supriatna menyebutkan beberapa sektor yang berpotensi pendapatan pajak terus menggenjot potensi pajak dengan harapan target tercapai.

Salah satu sektor penghasil pajak yang ditargetkan akan ada peningkatan terutama dari pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) atau Galian C.

Kepala Bapenda Kabupaten Purwakarta Asep Supriatna mengatakan pihaknya optimis pendapatan dari pajak MBLB akan mencapai target.

“Kita sudah upayakan dengan langkah inovasi untuk menggenjot peningkatan pajak dari MBLB,”jelas Asep Supriatna disela kegiatan kunjungan ke pos pengecekan MBLB di Desa Cilalawi Kecamatan Sukatani Purwakarta bersama Komisi II DPRD Purwakarta didampingi Camat Sukatani dan Kepala Desa Cilalawi Jumat (4/3).

“Target capaian kita untuk tahun ini diangka Rp. 44 miliar secara global, dan dari MBLB sendiri yang semula hanya sekitar Rp. 9 Miliar dari daerah ini, kita akan targetkan mencapai Rp. 12-15 Miliar,”ungkapnya.

“Kita sudah punya pos pengecekan walau berstatus masih sewa, dan kedepan kita akan siapkan jembatan timbang, mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa terealisasi, selain itu sampai hari ini kita sudah siapkan pos pengecekan dengan fasilitasnya beserta personilnya,”ujarnya.

“Di wilayah ini saja ada sekitar 8 perusahaan tambang, dan rata-rata sekitar 500 armada yang melintas, ini jelas potensi dan tidak akan ada lagi yang lolos,”tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purwakarta Alaikasalam didampingi anggota Komisi II lainnya akan mendukung pencapaian target potensi pajak untuk peningkatan PAD.

“Kita akan dorong agar potensi peningkatan PAD dari pajak MBLB ini tercapai,”ujarnya.

“Sarpras yang dibutuhkan akan kita dorong untuk segera terealisasi, terutama jembatan timbang dan pos pengecekan, agar semua terkontrol dan tidak ada yang terlewat,”paparnya.

Baca Juga :   Kapolri Lepas 220 Bus Mudik Gratis Tujuan Pulau Jawa

“Kemudian bagi perusahaan tambang yang belum memiliki ijin atau sedang memperpanjang ijinnya diminta agar segera menyelesaikan administrasinya, agar hitungan potensi pajak jelas,”pungkasnya.

Sebelumnya ada sekitar 10 potensi pendapatan pajak, antara lain pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, Parkir, PBB, pajak air bawah tanah, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) atau galian C.

Sedangkan, dari sektor retribusi, salah satunya retribusi jasa umum yang di antaranya retribusi pelayanan kesehatan, persampahan, parkir tepi jalan dan retribusi pasar. (trg)

Artikel sebelumnyaUsung Genre Rock Era 90-an, Band Singgasana Asal Karawang Rilis Album ‘Tak Terbatas’
Artikel selanjutnyaPolisi Bekuk 19 Pelaku Curanmor di Karawang, 47 Motor dan 5 Mobil Diamankan