KARAWANG – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyebut keberadaan oknum LSM jadi biang keladi kerusuhan di Pasar Rengasdengklok, Karawang.
Kedatangannya ke Pasar Rengasdengklok untuk berdiskusi, justru malah disambut lemparan batu oleh para pedagang dan organisasi masyarakat.
“Kami begitu prihatin, provokasi oknum-oknum LSM yang mengatasnamakan pedagang telah membuat penataan pasar yang awalnya kondusif, menjadi rusuh,” sesal Cellica pada Rabu (7/12).
Baca juga: Sesalkan Kerusuhan di Pasar Rengasdengklok, Bupati Karawang: Mengapa Dibalas Kekerasan?
Akibat kerusuhan itu, 1 orang polisi terluka di bagian kepala karena lemparan batu, dan pecahan botol kaca.
“Puluhan anak-anak muda yang telah dicekoki minuman keras, dijadikan tameng untuk menyerang kami,” katanya.
Kedatangannya ke Pasar Rengasdengklok bersama Ketua DPRD, Dandim, Kajari, Wakapolres dan Sekda tidak lain untuk mengajak berdialog para pedagang.
“Kami bersama muspida datang ke Rengasdengklok untuk berdiskusi, berdialog, mendengar dan menangkap keinginan pedagang pasar, tapi mengapa kami justru dibalas dengan kekerasan,” sesal Cellica.
Baca juga: Relokasi Pasar Rengasdengklok Berujung Ricuh, Bupati Karawang Nyaris Kena Lemparan Batu
“Tapi sayang, karena ulah provokasi oknum, situasi kekeluargaan dan musyarawah yang seharusnya tercipta justru jadi ajang untuk menyerang kami,” sesal Cellica.
Dari lubuk hati yang paling dalam, ia berharap para pedagang pasar Dengklok bisa lebih jernih melihat persoalan pasar Dengklok yang sudah puluhan tahun kumuh, macet, bau dan jorok.
“Jangan mau dimanfaatkan oknum-oknum LSM yang hanya ingin membuat Dengklok tidak kondusif dengan memanfaatkan keberadaan teman-teman pedagang,” kata dia. (red)









