
KARAWANG – Sanema Tour menggelar halal bihalal bertema Reconnect Baitullah yang diikuti ribuan jamaah umrah lintas angkatan sebagai ajang silaturahmi dan reuni. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Karawang pada Minggu, (26/4).
CEO Sanema Tour, H. Rafiudin Firdaus, menjelaskan bahwa konsep acara dibuat layaknya reuni besar yang menghadirkan jamaah dari berbagai angkatan keberangkatan.
“Semua angkatan kami undang, dari awal berdiri sampai sekarang. Alhamdulillah, selama 8 tahun Sanema Tour telah memberangkatkan ribuan jamaah,” ujarnya.
Baca juga: Hari OTDA ke-30 di Karawang, Bupati Aep: Pemda Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan
Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar seribu orang. Acara berlangsung sepanjang hari, dimulai sejak pagi dengan rangkaian tausiyah oleh Ustaz Maulana serta penampilan salawat dari Gus Aldi.
“Setelah Dzuhur, suasana dibuat lebih santai dengan sesi reuni antarjamaah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dikemas dalam buka puasa bersama,” katanya.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menawarkan berbagai promo perjalanan haji dan umrah kepada para jamaah.
Rafiudin turut menyampaikan bahwa saat ini penyelenggaraan umrah tengah dihentikan sementara dan direncanakan kembali dibuka pada 15 Juni, seiring fokus pada pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: Di Karawang, Mentan Soroti Ancaman Kekeringan Imbas El Nino
Ia juga menyinggung kondisi global, khususnya dinamika di Timur Tengah, yang berdampak pada kenaikan biaya perjalanan umrah. Hal ini terutama dirasakan pada maskapai transit yang kerap digunakan dalam paket promo. Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih biro travel.
“Pastikan travel memiliki izin resmi, cek tiket dan jadwal penerbangan, serta sesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak terjadi hal yang merugikan seperti gagal berangkat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, H. Rojak, mengapresiasi inisiatif Sanema Tour dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, acara seperti ini turut membantu pemerintah dalam menjaga kualitas ibadah jamaah.
“Kegiatan ini sangat positif karena membantu menjaga kemabruran jamaah melalui silaturahmi,” ujarnya.
Rojak juga mengungkapkan bahwa kuota haji Kabupaten Karawang tahun ini mengalami penurunan, dari sekitar 2.050 menjadi 1.799 jamaah. Meskipun demikian, realisasi keberangkatan justru melampaui target hingga mencapai 106 persen.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pihak travel dalam pelayanan haji dan umrah, mengingat saat ini Kementerian Haji dan Umrah tidak memiliki struktur hingga tingkat bawah seperti sebelumnya di Kementerian Agama.
“Kami membutuhkan dukungan dari travel sebagai mitra dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rojak juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok haji. Ia menyebut adanya kasus penipuan hingga Rp45 juta dengan dalih peningkatan data dan identitas.








