PURWAKARTA-DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang akan melaksanakan Musda DPD Partai Golkar untuk menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta yang akan terpilih.
Dua nama santer disebut sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta, diantaranya Mesakh Supriyadi dan Dias Rukmana Praja yang keduanya merupakan anggota Legislatif dari Fraksi Golkar Purwakarta.
Belakangan muncul isu yang berujung menjadi permasalahan hukum, walaupun hingga hari ini belum diketahui siapa yang menebar isu tersebut tetapi muncul dugaan adanya penjegalan terhadap salah satu bakal calon Ketua DPD Partai Golkar.
Dias Rukmana Praja dituding dengan dugaan kasus lama oleh dua orang wanita yang sempat dilaporkan kepada Dewan Etik DPD Partai Golkar sebelumnya atas dugaan tindakan asusila dan penipuan.
Belakangan kedua wanita Naola Sansabila dan Nina Rahmayani menagih keputusan Dewan Etik DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jabar jelang Musda DPD Partai Golkar Purwakarta, walau permasalahan ini sudah lama.
Dias pun tak tinggal diam, melalui kuasa hukumnya Evi Saepul Bachri, SH, MH, melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.
“Kami sudah membuat laporan atas klien kami ke Mapolres Purwakarta,”tegas Evi Rabu (5/8).
“Tudingan ini yang sudah menyebar dikalangan masyarakat dan media, sehingga klien kami juga merasa dirugikan,” ungkapnya.
“Apakah tudingan ini karena unsur politis atau memang murni seperti kasus hukum lainnya nanti akan kita lihat,” ujarnya.
“Kalau memang ada aktor lainnya kami akan ikuti pihak penyidik untuk membuka permasalahan ini,”pungkasnya.(trg)









