
KARAWANG – Nasib apes menimpa dua orang santri di Karawang, Jawa Barat. Keduanya dituduh sebagai begal hingga disiram air panas oleh sejumlah anggota Linmas.
Keduanya diketahui merupakan santri dari Ponpes Darul Ibtida Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta. Akibat peristiwa itu, mereka pun mengalami luka bakar serius.
Salah satu korban, Maryoto mengungkap, dugaan aksi main hakim sendiri itu berawal saat mereka selesai menghadiri acara haul dan tawasulan di Cikangkung, Rengasdengklok, Jumat (4/8) malam.
Baca juga: Utang BPJS ke RS di Karawang Tembus Rp 100 Miliar, DPRD Minta Selesaikan dalam Sebulan
Dalam perjalanan pulang, ia dan rekannya berboncengan motor terpisah dari rombongan utama dan memacu kendaraan mereka di jalanan yang sepi di Jalan Totoang Cilutung.
Kemudian saat mendekati pos ronda, salah satu petugas Linmas mendadak berteriak ‘begal’. Para petugas itu pun turut mengadang jalan menggunakan batang kayu besar dan menyiramkan air panas ke tubuh ia dan rekannya.
“Saat itu saya ngebut dengan dua motor, teman saya di depan, saya di belakang, saya ngebut. Nah, mungkin kata Linmas tersebut mah saya ini begalnya, lagi mengejar teman saya yang di depan,” ungkap Maryanto.











