
“Karena takut ketahuan istrinya lantas dirinya melakukan sandiwara, seolah-olah motor miliknya dibegal, dengan pura-pura menjadi korban pembegalan yang terjadi di sekitar wilayah Rengasdengklok,” terang Kompol Suherman saat dikonfirmasi, Sabtu (15/10).
Baca juga: Geger Penemuan Mayat di Pemakaman Kutawaluya, Begini Penjelasan Polisi
“Dan kami menanyakan kebenaran bahwa dia bersandiwara, ternyata dia mengakuinya di hadapan kami dan hadapan Ibu Asih, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan,” ujarnya.
Suherman memberikan peringatan kepada Nasir, agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
“Dan di hadapan kami Nasir berjanji tidak akan mengulangi lagi atas perbuatannya tersebut,” pungkasnya. (kii)








