Beranda Karawang Disdukcatpil Tolak Permintaan Data Prediksi Penduduk dari KPU

Disdukcatpil Tolak Permintaan Data Prediksi Penduduk dari KPU

TVBERITA.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Karawang mengaku menolak memberikan jumlah prediksi penambahan data penduduk Kabupaten Karawang jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2020 yang diminta oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang.

“Saya bilang tidak bisa, meski prediksi ke depan kita tetap tidak tahu berapa jumlah penduduk, gak bisa,” kata plt Kepala Disdukcatpil Kabupaten Karawang, Yudi Yudiawan kepada TV Berita, Selasa (30/6).

Dijelaskannya, mengapa ia menolak permintaan KPU tersebut, karena data kependudukan itu tidak bisa diprediksi begitu saja, karena harus dia (warga) yang datang dan daftar, “by name by address” ke Disdukcatpil.

“Data penduduk itu yang masuk yang daftar, kecuali data di tahun 2019 berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4),” ujarnya.

Namun demikian, diungkapkan Yudi, Disdukcatpil sudah mengirimkan surat balasan, jawaban atas permohonan KPU terkait peremintaan akses jumlah data penduduk ke depan atau ke belakang.

Dan atas arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Disdukcatpil tidak akan memberikan. Pasalnya, KPU pusat sudah diberikan akses.

“Sebenarnya dia (KPU) bisa membuka diakses KPU pusat, makanya saya tolak, tidak bisa, karena jumlah penduduk pemilih tidak bisa diprediksi,” tandasnya lagi.

Ditambahkan Yudi, KPU juga meminta data jumlah hak pilih per semester II di tahun 2019, dan semester satu di tahun 2020. Di mana setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) ada penambahan 10 sampai 20 ribu hak pilih.

“Berarti ada sekitar 1,7 juta jumlah penduduk dan DP4 sudah bisa terprediksi, kalau ini kami bisa berikan,” jelasnya.

Dan untuk Pilkada Karawang, Yudi memastikan hak pilih sudah bisa menggunakan e-KTP semua. Karena di Disdukcatpil sudah tidak ada lagi pembuatan e-KTP yang bertumpuk.

Menurutnya hanya tinggal kembali lagi kepada KPU, bagaimana komitmen penyelenggara pemilihan dalam melakukan pendataan dilapangan.

“Kita cetak e-KTP sampai tanggal 5 Juni kemarin, semua sudah terkejar. Sudah beres Apalagi kita sudah pelayanan online, semua kembali lagi ke KPU sendiri,” ucapnya. (nna/fzy)