Beranda Ekonomi Tak Hanya Bikin Harga Tanah Melejit, Ini Efek Domino Jika Rute KRL...

Tak Hanya Bikin Harga Tanah Melejit, Ini Efek Domino Jika Rute KRL Sampai Karawang

Efek KRL ke karawang
Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property Martin Samuel Hutapea mengulas efek positif jika nantinya rute KRL bisa diperpanjang ke Karawang.

JAKARTA – Usulan memperpanjang rute Kereta Rel Listrik (KRL) sampai Karawang hingga kini masih belum jelas kepastiannya. Adapun jika nantinya terealisasi, diprediksi bakal mengerek kenaikan harga tanah hingga rumah tapak di wilayah Karawang.

Sedangkan saat ini, KRL hanya beroperasi mentok sampai Stasiun Cikarang. Kemenhub diketahui masih melakukan kajian dalam mempertimbangkan proyek KRL sampai Karawang ini bisa terwujud, termasuk kesiapan dalam fasilitas seperti rel.

Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property Martin Samuel Hutapea mengulas efek positif jika nantinya rute KRL bisa diperpanjang ke Karawang. Menurutnya, realisasi itu secara otomatis membuat harga properti akan menggeliat.

Baca juga: Pelan Tapi Pasti, IKM Otomotif Bersiap Menyambut Era Elektrifikasi Kendaraan

“Setiap ada pembangunan proyek bakal membuat harga properti ikut menggeliat, termasuk yang ini (KRL sampai Karawang),” kata Martin di Jakarta, dikutip Kamis, 30 November 2023.

Hal itu tercermin dari beberapa projek sebelumnya di mana pembangunan infrastruktur, utamanya di sektor transportasi umum telah membuat harga tanah dan rumah tapak ikut terkerek. Martin mencontohkan beberapa projek, diantaranya di Maja hingga Rangkasbitung.

Apalagi yang sudah pasti kan pemerintah bakal membangun MRT East-West itu, maka wilayah Jakarta udah makin terintegrasi dengan kawasan penyangga, bukan hanya Jakarta sendiri tapi Jabodetabek semakin terhubung,” kata Martin.

Dampak pembangunan infrastruktur terhadap harga rumah terlihat dari data Leads Property yang mencatat pertumbuhan harga rumah tapak di Jakarta hanya 1,4% secara tahunan, sedangkan wilayah pinggiran seperti Tangerang naik 7,8 secara tahunan, Depok naik 17% secara tahunan, dan Bekasi lebih tinggi lagi yakni 20% secara tahunan.

Dari tingkat penjualan, wilayah penyangga DKI Jakarta dengan pembangunan infrastruktur lebih masif juga memiliki tingkat penjualan lebih tinggi dibandingkan kawasan DKI. Ketika rata-rata penjualan Jakarta hanya 82%, wilayah Tangerang dan Bekasi lebih tinggi yakni masing-masing 93%, Bogor 94%, serta Depok 96%.

Bukan hanya rumah tapak, subsektor lahan industri juga bakal semakin bergeliat dengan hadirnya infrastruktur transportasi umum seperti KRL.

Saat ini tingkat penjualan di Karawang dan Purwakarta sudah tergolong tinggi yakni 92%, sedangkan wilayah Serang 82%, Cilegon 80%, serta Bogor 85%.

“Geliat industri daerah seperti Karawang pun bakal semakin naik, apalagi pasca-pandemi saat ini,” ujar Martin.

Sebelumnya, Wacana Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek diperpanjang sampai Karawang hingga kini belum jelas realisasinya. Padahal rencana itu sudah ada sejak tahun 2019.

Baca juga: Diusulkan Sejak 2019, Kapan Proyek KRL Diperpanjang ke Karawang Terwujud?

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengaku belum ada pembahasan lanjutan mengenai usulan memperpanjang jaringan KRL ke Karawang.

Sejauh ini, Jalur KRL Commuter Line arah Bekasi baru mentok di Cikarang.

“Tahun 2019 waktu itu karena pandemi jadi akhirnya fokusnya agak bergeser. Makanya sampai sekarang kita belum pastikan akan dimulai, tapi ada rencana ke sana,” kata Adita ditemui Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2023) yang lalu.

Adita melanjutkan sampai sekarang pun belum jelas kapan rencana ini akan diteruskan. Belum ada pembahasan lanjutan untuk rencana tersebut.

“Jadi waktu itu karena disampaikan 2019, terus masuk pandemi akhirnya jadwal akan geser. Sampai sekarang kita belum pasti akan mulai kapan,” ujar Adita. (*)