Beranda Karawang Gaji Masih di Bawah UMK, Komisi IV DPRD Mediasi Serikat Buruh Vs...

Gaji Masih di Bawah UMK, Komisi IV DPRD Mediasi Serikat Buruh Vs PT Asietex

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Setelah adanya aduan dari sejumlah pekerja yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) terkait adanya indikasi intimidasi yang dilakukan pihak perusahaan kepada sejumlah buruh pekerja PT Asietex Sinar Indopratama yang berlokasi di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Karawang Jawa Barat.

 

DPRD Kabupaten Karawang melalui Komisi IV mempertemukan para buruh dengan pihak perusahaan PT Asiatex yang diwakili oleh HRD dan Kuasa Hukum, bersama beberapa elemen terkait di ruang rapat I Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Selasa (8/10).

“Ada tiga poin tuntutan yang disampaikan oleh GSBI, di antaranya yaitu, kebebasan berserikat tanpa adanya intimidasi terhadap tenaga kerja dalam bentuk apapun, penangguhan upah yang tidak sesuai UMK Kabupaten Karawang, dan tentang buruh yang sudah lama bekerja namun perusahaan tidak mengangkat sebagai pekerja tetap,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD, Asep Syaripudin kepada Tvberita.co.id, Selasa (8/10).

Dan dari ketiga poin tuntutan itu kemudian, kata Asep menjelaskan, dibahas bersama dengan pihak perusahaan, serikat dan juga Disnakertrans Kabupaten Karawang untuk kemudian menghasilkan kesepakatan bersama.

Dan hasil kesepakatan akhirnya, melalui kuasa hukumnya, pihak perusahaan PT Asiatex menyampaikan akan berniat baik dengan melakukan evaluasi apabila ada tindakan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan ada indikasi intimidasi kepada para buruh.

“Karena salah satu aduan rekan-rekan GSBI, mereka ada yang dipindahkan dan didemosi, kemudian ada yang dimutasi ke tempat-tempat yang tidak sesuai dengan kompetesinya, padahal mereka sudah bekerja. Secara otomatis dari kebijakan itu ada intimidasi bagi para pekerja,” jelasnya.

Sementara Disnaker Kabupaten Karawang, memberikan pandangan bahwa GSBI itu baru mempunyai catatan sejak tanggal 23 September 2019.

Padahal, di dalam GSBI itu serikat pekerja mandiri yang sebelumnya pernah diajak duduk bareng tentang pembahasan penangguhan upah.

Hal ini pun diungkapkan Asep, menurutnya, di dalam PT Asiatek itu ada dualisme tentang serikat, ada serikat pekerja pribumi dan serikat pekerja mandiri, sedangkan serikat pekerja pribumi ini sepakat dengan adanya penangguhan upah, berbeda dengan serikat pekerja mandiri, dari perbedaan pandangan tidak ada titik temu dan akhirnya serikat pekerja mandiri berapiliasi dengan GSBI, sehingga terjadilah pertemuan ini.

“Poinnya Perusahan berniat baik dan mengakomodir tuntutan GSBI, tapi ada aturan hukumnya yang menjadi kesepakatan bersama,” Pungkasnya. (nna/kie)