Beranda Karawang Larang Pakai Jerigen, Pihak Pom Bensin Biarkan Pembeli Bolak-balik Isi Tangki Kendaraan

Larang Pakai Jerigen, Pihak Pom Bensin Biarkan Pembeli Bolak-balik Isi Tangki Kendaraan

KARAWANG- Akali larangan pemerintah dalam pembelian pertalite menggunakan jerigen, pihak Pom Bensin di Desa Rawagempol Kulon, Kecamatan Cilamaya Wetan 34-41358 biarkan pembeli bolak-balik isi penuh tanki motornya.

Warga Desa Rawagempol Wetan, Jajat Sudrajat mengaku untuk mensiasati pelarangan pembelian Pertalite dengan jerigen, pihaknya rela bolak-balik mengisi tangki motornya.

“Kita isi penuh tangki motor atau mobil kita di pom, setelah sampai rumah kita tuangkan ke wadah. Balik lagi ke pom buat isi lagi. Kalau butuh 20 liter, lima kali bolak-bolak ke pom juga sudah cukup. Karena motor saya cuma bisa full empat liter saja,” kata Jajat kepada tvberita.co.id saat dikonfirmasi, Jum’at (13/5/2022)

Baca Juga: Larangan Beli BBM lewat Jerigen Bikin Pusing, Petani Cilamaya Wetan Ancam Tutup Jalan

Menurutnya, hal itu lumrah dilakukan semua masyarakat yang memerlukan pertalite untuk kebutuhannya, entah para penjual eceran pertalite maupun para petani saat menjelang panen.

Terlebih, pihak pom bensin pun tidak melarangnya, bahkan memberikan kebebasan kepada pembeli untuk mengisi tangki motor atau mobilnya sendiri.

“Kita di ajarkan cara mengisi pertalite itu sendiri. Karena kita kan gak sekali aja, kita perlu bolak-balik. Paling awalnya doang kita ngasih kertas catatan,” ucapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak pom bensinnya sendiri, seperti yang diungkapkan salah satu pegawai pom bensin Rawagempol Kulon yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Penghubung Desa di Kecamatan Purwasari Rusak Parah

Ia menerangkan, di pom bensin mana pun tidak diperbolehkan untuk masyarakat membeli pertalite menggunakan jerigen.

Adapun untuk alasan lebih jelasnya, ia mengaku tidak tahu secara rinci. Hanya saja, ia bisa memastikan jika pembelian pertalite menggunakan jerigen mendapat larangan keras dari pemerintah.

“Di pom mana juga pasti dilarang. Cuma kalau mau bawa motor sendiri, terus isi full tangki motornya, entar balik lagi ke sini,” terangnya. (Rok/ddi)