Beranda Headline Larangan Beli BBM lewat Jerigen Bikin Pusing, Petani Cilamaya Wetan Ancam Tutup...

Larangan Beli BBM lewat Jerigen Bikin Pusing, Petani Cilamaya Wetan Ancam Tutup Jalan

KARAWANG- Era modernisasi sudah menampakkan perubahannya. Khususnya di tahun 2022 ini, bukan hanya para pengendara dan buruh yang bisa melakukan aksi demontrasi demi BBM. Para petani pun siap melakukan aksi tutup jalan demi mendapatkan BBM.

Di ketahui, para petani siap melakukan aksi tutup jalan jika pembelian bensin untuk kebutuhan panen tidak di fasilitasi.

Bagaimana tidak, mayoritas petani zaman sekarang ini banyak yang menggunakan alat mensin pertanian (Alsintan) dalam mengolah ladangnya, khususnya menjelang masa panen.

Baca Juga: Komnas PA Jabar Cium Kejanggalan di Balik Kematian ABG Gantung Diri di Karawang

Hal itu di katakan salah satu ketua kelompok tani asal Desa Rawagempol Wetan H Udin Abdulghani. “Sekarang beda dengan dulu, petani sekarang sudah banyak yang menggunakan alat atau mesin dalam bertani, sementara mesin ini kan harus di isi BBM. Sekarang petaninya juga sudah lebih maju dong,” katanya, Kamis (12/5/2022)

Di samping itu, pasokan BBM sangat diharapkan keberadaanya oleh para petani. Maka, ketika kebutuhannya tidak bisa terpenuhi, para petani pun siap melakukan aksi.

Salah satunya aksi tutup jalan jika dalam waktu dekat ini, produsen BBM atau dalam hal ini Pom Bensin tidak menanggapi keinginan mereka.

Hal tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan, jika biasanya para petani hanya bergelut dengan hama dan kurangnya pasokan air. Beberapa kelompok tani di Kecamatan Cilamaya Wetan justru bersiap melakukan aksi tutup jalan.

Baca Juga: Terbentur Usia, 103 Calon Jemaah Haji Karawang Gagal Berangkat

“Aksi tutup jalan bagi para petani akan di lakukan di dua lokasi atau di dua Pom Bensin jika pihak mereka bersikukuh melarang petani beli bensin pakai jerigen,” terangnya.

Baca Juga :   Kecewa Jalan Rusak, 25 Ribu Warga Karawang Utara Mau Geruduk Kantor Bupati

Pasalnya, H Udin yang juga Kepala Desa Rawagempol Wetan itu mendapatkan laporan dari perwakilan kelompok tani, mereka mau aksi tutup jalan kalau tidak diperbolehkan membeli bensin pakai jerigen.

“Mereka menuntut kepada yang memiliki wewenang agar kebutuhannya bisa tercukupi. Intinya, para petani akan melakukan aksi tutup jalan agar mobil pengangkut BBM tidak sampai di tempat. Bagi pom yang ada di desa Rawagempol Kulon,” pungkasnya. (Rok/ddi)

Artikel sebelumnyaTerbentur Usia, 103 Calon Jemaah Haji Karawang Gagal Berangkat
Artikel selanjutnyaMahasiswa Ilmu Komunikasi UNSIKA Memberi Inovasi Pada UMKM