
“Kalau ada KRL, saya cukup sekali tap kartu. Tidak perlu beli tiket lagi untuk menjangkau berbagai wilayah Jabodetabek. Itu jauh lebih praktis dan murah. Jadi wajar kalau kami kecewa,” tuturnya.
Baca juga: Rumah-Rumah Sunyi di Dasar Laut Tangkolak
Menurut Asep, masyarakat hanya berharap pemerintah menghadirkan transportasi massal yang terjangkau dan memadai. Terlebih, posisi Karawang strategis karena berada di antara Jakarta dan Bandung, serta tengah berkembang menuju kota metropolitan.
“Seharusnya pemerintah bisa menjadikan jalur kereta listrik ini sebagai prioritas. Apalagi banyak warga Karawang yang bekerja, berbisnis, dan menempuh pendidikan di Jabodetabek,” katanya.
Sejauh ini, pemerintah menyebut faktor keterbatasan dana sebagai alasan utama mengapa rencana perpanjangan jalur KRL ke Karawang belum bisa terwujud. (*)







