
Pengeboran dan pencarian sumber air belum membuahkan hasil
Di samping itu, Ferry menyampaikan, kekeringan ini telah menjadi fenomena menahun. Oleh karenanya, kata dia, pemerintah daerah harus mencari solusi (alternatif) agar masyarakat tidak terlalu sulit ketika datangnya masa kemarau.
“Dari sebelumnya sudah ada upaya pengeboran untuk mencari sumber air bersih, tetapi belum juga membuahkan hasil. Jadi pemerintah harus mapping dulu dimana yang ada sumber airnya, dalam hal ini teknisnya dilakukan oleh PUPR,” katanya.
Baca juga: Pendaftaran Paslon Pilkada Karawang Resmi Ditutup, Aep-Maslani Head to Head dengan Acep-Gina
“Pusat pun memperhatikan terkait permasalahan ini, mereka menyiapkan dana siap pakai untuk pengeboran sumur. Namun itu bukan ranah BPBD,” tambahnya.
Jika pengeboran belum juga membuahkan hasil, Ferry berharap, adanya penambahan armada pengangkut tangki agar tingkat distribusi air bisa bertambah. Sebab, saat ini BPBD Karawang hanya memiliki 2 armada berkapasitas 3.000 dan 5.000 liter.
“Penambahan armada juga termasuk salah satu alternatif jika pengeboran (sumur air) belum juga membuahkan hasil. Tekstur tanah, khususnya wilayah selatan itu sulit ditemukan air karena permukaannya penuh bebatuan,” pungkasnya. (*)








