
Namun setelah kelahiran anak pertama, sikap suaminya mulai berubah drastis hingga diketahui telah berselingkuh. Dari sana, MSA mengakui mulai mengalami KDRT baik secara verbal maupun fisik.
“Di tahun 2020 itu dia mulai melakukan kekerasan secara verbal. Semua kebun binatang itu dikeluarkan, saya dimaki-maki. Lalu di tahun 2021 itu saya menemukan bukti perselingkuhannya, foto dan chat dengan beberapa wanita. Namun pada saat saya menyimpan bukti itu, saya di-KDRT. Saya ditindih. Saya dicekik. Saya dipukulin,” ungkap MSA, Jumat (10/4).
Tak hanya itu, oleh suaminya, ia juga diasingkan dari dunia luar. MSA tak diberi akses berkomunikasi dengan lingkungan, keluarga maupun teman. Bahkan uang hasil penjualan rumah serta seluruh tabungannya diduga diambil oleh suaminya.
Baca juga: Pelaku Tawuran yang Rampas Motor Pemuda di Karawang Ditangkap, Bawa Celurit saat Beraksi
Ketika itu, saat menjalani pengobatan ke psikiater, ia pun didiagnosa mengalami depresi, namun sang suami, kata dia, melarangnya mengonsumsi obat. Pun saat mengalami nyeri di area kemaluan, ia dilarang oleh suaminya untuk berobat.
Hingga di tahun 2025 saat bisa kembali bekerja, ia lantar memeriksakan diri ke rumah sakit terkait keluhan di area kemaluannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif mengidap sejumlah penyakit, termasuk sifilis dan HPV yang telah memasuki tahap pre-kanker serviks.
“Yang pertama itu Sifilis, kemudian yang kedua HPV, dan itu saya sudah terlambat karena grade-nya itu sudah CIN 1, sudah pre-kanker service,” tuturnya.
Penderitaan MSA kian mendalam setelah mengetahui buah hatinya juga menjadi korban pelecehan seksual oleh A. (*)








