KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pendektesian secara dini upaya perdagangan manusia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan menggunakan media buku.
Buku, sebagai gudang pengetahuan serta wawasan ini dirasa cocok menjadi informan bagi masyarakat, ketika mendapati permasalahan human trificking tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua SBMI Karawang, Didin Sakri Haerudin saat melakukan giat bakti sosial membagikan buku pengetahuan soal Human Trificking ke SMAN 1 Lemah Abang, Senin (29/7/2019) pagi.
Didin mengatakan, pihaknya telah melakukan pembagian buku pencegahan Trificking ini ke sejumlah lembaga pendidikan dan pemerintahan desa. Buku yang diterbitkan Nexus Institut dan Kementrian Sosial (Kemensos) itu, didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan dan pemerintahan desa sebagai upaya menghindari perdagangan orang baik dalam maupun luar negeri di usia-usia produktif.
“Memang, tidak banyak yang diberikan di setiap sasaran yang dikunjungi, tapi melihat manfaat dari buku ini, setidaknya bisa mendeteksi sedini mungkin upaya perdagangan orang yang marak, bukan saja di kalangan buruh migran, tetapi juga usia produktif,” ungkap Didin.
Trificking itu, menurut dia, bukan soal jual beli orang untuk kepentingan bisnis, tapi pelanggaran penyaluran kerja, penipuan tempat kerja dan lainnya juga masuk kategori perdagangan orang.
“Jadi, masyarakat desa dan anak-anak sekolah yang terpelajar harus bisa faham benih-benih dari perdagangan orang dan harus kemana melaporkannya,” katanya.
Pengelola Perpustakaan SMAN 1 Lemahabang, Bellavia Berlianti mengatakan, pihaknya mengapresiasi buku yang didapatinya dari LSM SBMI yang merupakan lembaga yang konsen terhadap pencegahan Trificking dan buruh migran ini.
Selama ini, pihaknya hanya menerima ribuan buku langsung dari Kementrian Pendidikan melalui dinas.
Jujur, sebut Bella, belum pernah ada LSM maupun lembaga dan organisasi lainnya yang menyumbang buku sebagai tambahan koleksi di perpustakaan, kecuali memang baru dari SBMI ini.
“Memang, rata-rata, siswa yang datang ke perpustakaan itu yang dicari adalah buku yang berkenaan dengan mata pelajaran mereka, tapi tak jarang juga buku-buku umum juga di cari,’ ungkapnya.
“Baru kali ini kita dapati buku dari lembaga dan organisasi, semoga saja buku ini manfaat buat para siswa,” katanya.(cr2/ris)











