
KARAWANG – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda di Lawasan Caraka, Kecamatan Tempuran.
Kegiatan yang berlangsung selama 13 hari itu diikuti 150 pemuda berusia 16 hingga 30 tahun sebagai upaya meningkatkan keterampilan, memperkuat soft skill, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Ketua Panitia Pelatihan Kewirausahaan Pemuda, Ade Wahyu mengatakan, Kecamatan Tempuran dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena pemuda di wilayah pesisir juga membutuhkan akses terhadap pelatihan dan pemberdayaan.
Baca juga: Kawasan Cikampek Mulai Berbenah: Puluhan Bangli Bakal Ditertibkan, Trotoar Direvitalisasi
“Pemuda setempat, khususnya di wilayah pesisir, juga membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti ini. Saya ingin melihat pelatihan tidak hanya dilaksanakan di daerah perkotaan saja, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat yang berada jauh dari pusat kota sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Ade Jumat, (26/6).
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha sesuai potensi yang dimiliki masing-masing. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pemuda yang memperoleh manfaat.
Sementara itu, Ketua Tim (Katim) Pemuda Disparpora Kabupaten Karawang, Handy Agus Widagdo mengatakan, peserta pelatihan berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK, organisasi kepemudaan, hingga anggota KNPI Kecamatan Tempuran. Seluruh peserta dipilih sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang mengatur rentang usia pemuda 16 hingga 30 tahun.
“Peserta kami ambil dari pemuda-pemuda Tempuran yang berusia 16 sampai 30 tahun, baik pelajar maupun pemuda yang aktif di organisasi kepemudaan seperti KNPI. Kepanitiaan juga kami libatkan dari KNPI Kecamatan Tempuran dan pemuda setempat agar potensi daerah dapat berkembang melalui pelatihan ini,” kata Handy.
Ia menjelaskan, pelatihan terdiri atas empat bidang, yakni desain grafis selama lima hari, otomotif selama lima hari, tanggap bencana kepemudaan, dan elektronik. Materi disampaikan oleh narasumber profesional, termasuk asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta pelaku usaha lokal agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.
“Kami juga mengoptimalkan pengusaha lokal, misalnya pemilik bengkel, agar mereka dapat berbagi pengalaman kepada para pemuda. Harapannya peserta mendapatkan soft skill sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri,” jelasnya.
Baca juga: Pungut Pajak dari Konsumen, Dua Ritel Makanan Cepat Saji di Karawang Justru Nunggak Rp 10 Miliar
Menurut Handy, tujuan utama pelatihan bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, melainkan membangun pola pikir kewirausahaan dan meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin meningkatkan kemampuan dan soft skill pemuda Tempuran dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, kami juga ingin membuka cakrawala berpikir mereka agar mampu melihat peluang usaha dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.








