KOTA BEKASI – Komunitas Wanita Keren menggelar jalan santai car free day (CFD) berkebaya wanita keren Kota Bekasi. Rute di mulai dari lampu merah Kayu ringin sampai stadion Candrabhaga Bekasi Barat dengan mengangkat tema Lestari kebayaku.
Wanita Keren, membawa visi memberi ruang atau wadah bagi wanita Kota Bekasi untuk keren, sehingga dapat mandiri secara ekonomi, kepribadian, sosial, ideologi dan spritual. Dengan misinya menumbuh kembangkan kepribadian, jiwa kewirausahaan sehingga lebih produktif, menginspirasi lingkungan dan keluarga.
“CFD berkebaya ini adalah hal pertama yang dilakukan di kota Bekasi. Antusias para perempuan di Kota Bekasi sangat besar, kurang lebih 1000 orang hadir dlm acara ini,” ungkap istri Plt. Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono.
“Berkebaya namun terlihat anggun dan modis. Gelorakan bangga berkebaya karena itu merupakan ciri khas wanita Indonesia.” tambahnya, Minggu (18/09/22).
Baca juga: Pecah! Bekasi Progresif Foundation launching Center of Excellence Bekasi
Start dibuka oleh Ketua Wanita Keren, Maria Ekowati bersama Wiwiek Hargono, Ulfa Hengki, istri Kapolres metro Bekasi Kota dan Wulan luluk Setyanto Istri dari Dandim 0507 Kota Bekasi dengan diiringi penari Ronggeng Bekasi, tarian khas Bekasi.
Barisan CFD Berkebaya Wanita keren Kota Bekasi ini juga dihadiri oleh Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Hengki dan Dandim 0507 Luluk Setyanto dengan mengendarai sepeda ontel. Tak ketinggalan Onthelis Padasuka Bekasi juga meramaikan barisan CFD Berkebaya.
Plt Wali Kota Bekasi sangat mendukung kegiatan ini. Di sepanjang jalan start menuju finish, para perempuan berkebaya diiringi dengan musik angklung tradisional, line dance dan lainnya.
Di garis finish juga dilakukan peluncuran lagu oleh Wiwiek Hargono.
Acara diakhiri dengan Bekasi Fashion Street yang terdiri dari peserta CFD berkebaya dari berbagai komunitas dan perorangan, di mana masing-masing komunitas menunjukkan identitasnya ikut mendukung Kebaya Nasional.
Ketua Wanita Keren Maria Ekowati mengatakan, tujuan kegiatan CFD berkebaya ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kebanggaan akan budaya nasional yang terwujud dalam bentuk kebaya sebagai busana nasional, dan ikut serta mendukung kebaya Goes to Unesco.
“Harapannya juga agar masyarakat semakin mencintai budaya busana berkebaya. Gerakan berkebaya adalah budaya berbusana, baik untuk keseharian, bekerja, acara tradisional dan acara pesta. Kebaya bisa dipadukan dengan berbagai jenis wastra Nusantara,” ujarnya. (kii)








