Beranda Ekonomi BI Jabar Digitalisasi Pasar Johar Karawang, Jual Beli Bisa Pakai QRIS

BI Jabar Digitalisasi Pasar Johar Karawang, Jual Beli Bisa Pakai QRIS

BERFOTO BERSAMA: Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, jajaran OPD Kabupaten Karawang, pimpinan bank BRI dan bjb wilayah Karawang dan Anggota Komisi XI, Ibu Hj. Vera Febyanthy, M.Si saat berfoto bersama dalam launching digitalisasi pasar rakyat di Asialink Hotel Karawang, Kamis (16/12).

KARAWANG – Sebagai bagian dari upaya perluasan digitalisasi ekonomi, khususnya pada ekosistem pasar tradisional sebagai sentra ekonomi kerakyatan, BI Jawa Barat bersama Pemkab Karawang dengan didukung oleh bank BRI dan bjb melaksanakan Launching Digitalisasi Pasar Rakyat Juara Jawa Barat dan Pencanangan Pasar S.I.A.P (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS pada Pasar Johar, Kabupaten Karawang di Asialink Hotel Karawang, Kamis (15/12).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, jajaran OPD Kabupaten Karawang, pimpinan bank BRI dan bjb wilayah Karawang. Hadir pula Anggota Komisi XI, Ibu Hj. Vera Febyanthy, M.Si.Kam

Kegiatan ini merupakan perwujudkan sinergi antara program “S.I.A.P QRIS” yang digagas BI, program “Pasar Rakyat Juara Jawa Barat” dari Pemprov Jawa Barat, dan program “Digitalisasi Pasar Rakyat” yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan acara, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto, menjelaskan bahwa Pasar Johar merupakan pasar tradisional di wilayah Jawa Barat ke-3 yang telah dilaunching sebagai Pasar SIAP QRIS, setelah sebelumnya dilakukan di Pasar Atas – Kota Cimahi dan Pasar Wanayasa – Kabupaten Purwakarta.

“Digitalisasi pasar Johar dimulai dari pembayaran non tunai utamanya menggunakan kanal Quick Respond Code Indonesia Standard (QRIS) untuk transaksi perdagangan barang dan jasa serta pembayaran retribusi pasar, optimalisasi agent banking yang antara lain akan memudahkan masyarakat melakukan cash-in dan cash-out, serta mendorong para pedagang pasar tradisional untuk segera on-boarding ke dalam digital marketplace, yang akan membuka akses ke pasar online sebagai komplementer transaksi yang selama ini dilakukan secara offline,” papar Herwanto.

Menurutnya, dengan kehadiran dan optimasiliasi agent banking di pasar ini, para pedagang juga semakin dimudahkan dalam melakukan berbagai transaksi jasa perbankan, termasuk dalam melakukan top-up dan cash-out uang elektronik atau tabungan bank, transfer dana, pembayaran pajak dan tagihan-tagihan seperti air dan listrik.

Baca Juga :   Kenaikan NJOP di Karawang Menuai Kecaman

Ia menjelaskan, bahwa dengan mempertimbangkan peran strategis pasar dan potensi digitalisasi serta dampaknya terhadap perekonomian, BI di wilayah Jawa Barat akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk terus mempercepat dan memperluas digitalisasi pada ekosistem pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern di Jawa Barat.

“Untuk mendukung implementasi digitalisasi Pasar Johar, sekaligus sebagai wujud nyata Dedikasi Bank Indonesia Untuk Negeri, dalam kesempatan launching, BI Jawa Barat juga menyampaikan bantuan berupa sarana pendukung implementasi pasar SIAP QRIS. Bantuan serupa juga diberikan kepada Pasar Wanayasa yang sebelumnya telah lebih dulu dicanangkan sebagai Pasar SIAP QRIS,” kata dia.

Ditambahkannya, digitalisasi memegang peranan strategis baik selama pandemi, dalam masa proses pemulihan ekonomi maupun pasca pandemi. Digitalisasi proses bisnis telah terbukti berdampak positif dalam mendukung resiliensi pelaku bisnis termasuk UMKM selama pandemi. Pada masa pemulihan ekonomi serta masa pasca pandemi ke depan, digitalisasi menjadi kunci utama pembentukan daya saing – tidak hanya untuk survive namun juga berkembang memenangkan pertarungan bisnis.

“Melihat peran penting digitalisasi tersebut, maka transformasi digital harus bersifat holistik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan, dan perlu diimplementasikan di berbagai ekosistem yang ada. Salah satu ekosistem yang didorong untuk bertransformasi secara digital adalah ekosistem pasar tradisional,” terang Purwanto.

Selanjutnya, sejalan dengan rekomendasi pemulihan ekonomi Jawa Barat melalui penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan Kabupaten Karawang, dalam kesempatan acara, BI Jawa Barat juga memberikan bantuan sarana dan prasarana pengembangan budidaya pertanian dan perikanan.

“Tidak dapat dipungkiri lagi, sektor pangan dan perikanan merupakan sektor yang sangat vital dan strategis di wilayah Kabupaten Karawang. Di sisi lain, data Kementerian UMKM mencatat bahwa lebih dari 90% pelaku di sektor pertanian dan perikanan dilakukan oleh usaha berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga memiliki produktivitas yang terbatas, sehingga perlu disikapi dengan berbagai strategi yang tepat, inovatif dan memanfaatkan teknologi digital agar lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga :   Interia Lolos OSS, Sekjen Pemuda Pancasila , Lho Kok Bisa??

Bantuan diberikan kepada 37 kelompok UMKM penerima. Penerimaan bantuan diterima langsung oleh pengurus PD Pasar Johar dan Pasar Wanayasa dengan disaksikan oleh Anggota Komisi XI, Ibu Hj. Vera Febyanthy, M.Si.

Dalam sambutannya, Vera Febyanthy menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan BI Jawa Barat untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Melalui implementasi strategis 5 kunci utama pemulihan ekonomi yang secara konsisten dilakukan bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder terkait,” sambungnya.

Vera menambahkan, mempertimbangkan peran Jawa Barat terhadap perekonomian nasional yang signifikan, berbagai upaya tersebut tentunya tidak hanya berdampak bagi Provinsi Jawa Barat, namun juga perekomonian nasional. (red)

Artikel sebelumnyaLembaga Legislatif Purwakarta Bahas 25 Raperda Selama 2021
Artikel selanjutnyaOperator SPIP OPD Purwakarta Ikuti Bimtek Penilaian SPIP