
Ketika itu, pemuda tersebut mendadak naik ke panggung hajatan dan memaki-maki pemilik acara yang tidak bisa menjaga keamanan karena motornya hilang.
“Padahal ternyata motornya bukan hilang, tapi saat itu sedang dibawa temannya yang lain,” sambung dia.
“Jadinya para pemuda setempat ini akhirnya tak terima, tersulut emosi, terjadilah keributan,” ujar Kusmayadi.
Namun demikian, dia bilang keributan ini sudah berakhir damai setelah dilakukan musyawarah pada Minggu, 14 Januari 2024 dengan disaksikan pihak kepolisian dan kepala desa setempat.
“Sekarang sudah beres, sudah berakhir damai secara kekeluargaan, kedua pihak menganggap permasalahan sudah selesai,” tutupnya. (*)








