
KARAWANG – Sebanyak 6 orang warga Karawang, Jawa Barat tewas dalam kecelakaan maut di Kabupaten Majalengka.
Para korban tersebut diketahui masih terikat hubungan keluarga, termasuk tiga di antaranya merupakan ibu dan dua anak balitanya.
“Betul, masih satu keluarga,” ucap Bupati Karawang, Aep Syaepuloh usai mengunjungi masing-masing rumah keluarga korban di Rengasdengklok, Selasa (24/3) malam.
Baca juga: 785 Personel Disiagakan di 22 Titik, Karawang Siap Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran
Aep memaparkan, 5 korban merupakan warga Warudoyong, Kecamatan Rengasdengklok. Sementara Satu lainnya merupakan warga Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya.
“Yang di Kutawaluya sopir atas nama Hasyim Adnan,” katanya.
Berikut data korban meninggal kecelakaan maut di Majalengka:
1. Nama: Hasyim Adnan, sopir (47)
Jenis kelamin: Laki-laki
Alamat: Dusun Poris RT.009 RW 004 Desa Kutamukti Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang
2. Nama : Nanda (1,5) Jenis kelamin: perempuan
Alamat: Kelurahan Warudoyong Selatan RT 042 RW 009 Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
3. Nama : Ali (5) Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat: Kelurahan Warudoyong Selatan Rt.042 RW.009 Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang
4. Ny. Mala (35), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang.
5. Ny. Karwati (65), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang.
6. Ny. Desi (42), alamat Rengasdengklok Selatan – Karawang.
Baca juga: Bupati Karawang Kunjungi Rumah Korban Kecelakaan Majalengka, Beri Santunan Rp 50 Juta per Orang
Santuni Rp 50 Juta per Orang
Dalam kunjungannya, Aep juga turut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia.
Aep menjelaskan, para korban tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja karena kendaraan yang digunakan merupakan mobil pribadi.
“Karena menggunakan plat hitam, meskipun disewa, tetap tidak mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja karena dianggap bukan kendaraan resmi angkutan umum,” ujar Aep saat menjelaskan kepada keluarga korban.
Baca juga: 785 Personel Disiagakan di 22 Titik, Karawang Siap Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah untuk memberikan bantuan langsung kepada para korban. “Kita berikan bantuan Rp50 juta untuk masing-masing korban meninggal,” tambahnya.
Sementara itu, untuk korban luka-luka, Aep memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab Karawang. Ia juga menyebut RSUD Rengasdengklok siap
memberikan pelayanan bagi para korban.
“Untuk yang luka atau masih dalam perawatan
akan kita tanggung semuanya. RSUD Rengasdengklok siap menampung pasien kecelakaan, kapan pun akan dilakukan kontrol maupun perawatan,” ujarnya. (*)








