Beranda Headline Viral Video Keluarga asal Karawang Sebelum Kecelakaan Maut di Majalengka: Sopir Terburu-buru...

Viral Video Keluarga asal Karawang Sebelum Kecelakaan Maut di Majalengka: Sopir Terburu-buru Dikejar Target

Video kecelakaan majalengka di karawang
Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan suasana di dalam mobil yang ditumpangi rombongan keluarga sebelum kecelakaan di Majalengka.

KARAWANG – Sebuah video yang memperlihatkan para korban kecelakaan maut di Majalengka, Jawa Barat sesaat sebelum kejadian viral di media sosial.

Video yang direkam oleh salah satu korban perempuan tersebut memperlihatkan suasana di dalam mobil yang ditumpangi rombongan keluarga.

Dalam video itu, perempuan itu sempat mengarahkan kamera ke sang anak di pangkuan yang disebutnya tengah merajuk.

Baca juga: Bupati Karawang Kunjungi Rumah Korban Kecelakaan Majalengka, Beri Santunan Rp 50 Juta per Orang

Ngambeuk wae,” ucap perempuan tersebut, dikutip Rabu (25/3).

Sopir Dikejar Target
6 korban karawang kecelakaan majalengka
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat mengunjungi rumah keluarga korban kecelakaan maut Majalengka di Rengasdengklok.

Salah seorang korban selamat, Taufik, menjelaskan kecelakaan itu terjadi pada Senin (23/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Majalengka.

Sebelum kejadian, rombongan keluarga sempat berziarah ke makam keluarga di Tasikmalaya serta berlibur di pantai Pangandaran sebelum akhirnya bertolak pulang ke Karawang.

Baca juga: Innalillahi, Enam Warga Karawang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Majalengka, Berikut Identitasnya

Taufik menilai kecelakaan tersebut lantaran sopir buru-buru mengejar waktu untuk tiba di Karawang sekitar pukul 03.00 WIB.

“Soalnya ada telpon ke sopir, jam 3 mobil udah harus ada di Karawang,” katanya.

Di tengah perjalanan pulang, ia dan saudaranya sebetulnya sempat memperingati sopir agar lebih hati-hati lantaran kendaraan melaju begitu cepat.

Baca juga: Identitas 6 Korban Tewas Kecelakaan Majalengka: Sekeluarga Asal Karawang, 2 Masih Balita

“Mamah saya sama teteh saya juga udah teriak, ‘Pak haji, launan.. launan‘. Sama saya juga ditoel (dicolek). ‘Pak Haji, launan, jangan kenceng terus,” tambahnya.

Meski demikian, sopir disebutnya tak menggubris peringatan itu. Alhasil kendaraan yang melaju terlalu cepat di tengah medan jalan yang kecil dan licin itu tak mampu lagi dikendalikan sopir hingga membuat mobil terguling.

“Akhirnya pas kejadian udah gak bisa apa-apa, pasrah,” kenang Taufik. (*)