
Dalam arahannya, Danyonif 305/Tengkorak menegaskan pentingnya pemahaman sejarah satuan sebagai bagian dari pembentukan karakter prajurit. Menurutnya, prajurit yang kuat bukan hanya terlatih secara fisik, tetapi juga memahami nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulunya.
Baca juga: Profit ke Purpose: Reposisi Strategi Bisnis Syariah di Tengah Gerakan Konsumen Berkesadaran Global
Semangat tersebut terangkum dalam semboyan yang terus dijaga oleh prajurit “Tengkorak”:
“Daripada Menyerah Lebih Baik Mati, Bercermin Sebagai Tengkorak.”
Melalui pembangunan Tugu Tengkorak Lembah Pasir Ipis ini, Yonif 305/Tengkorak menegaskan bahwa perubahan zaman tidak akan menghapus sejarah. Justru dengan menjaga dan merawatnya, semangat juang prajurit akan terus hidup sebagai bekal dalam setiap pelaksanaan tugas demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)








