Beranda Karawang Karawang Masih Dilanda Hujan, BPBD Imbau Warga Waspada Terhadap Potensi Bencana

Karawang Masih Dilanda Hujan, BPBD Imbau Warga Waspada Terhadap Potensi Bencana

Waspada bencana bpbd karawang
Kepala BPBD Karawang, Mahpudin.

KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana di awal tahun 2025 ini.

Pasalnya, Kabupaten Karawang saat ini tengah dilanda kondisi hujan. Meskipun intensitasnya terbilang sedang, tetapi curah hujan relatif lama.

“Kami sampaikan betul bahwa riil kenyataan di Karawang 2 hari kemaren ini kita sudah diperlihatkan bahwa relatif diguyur hujan yang intensitasnya ke arah sedang, tidak ekstrim lebat.”

“Tapi curah hujan relatif lama, kemarin seharian hujan, semalam hujan sampai pagi. Begitupun dengan hari ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Mahpudin saat diwawancarai pada Selasa, 21 Januari 2025.

Baca juga: Kelabu di Awal 2025, Ada 21 Rumah di Karawang Hancur Akibat Kebakaran-Puting Beliung

Mahpudin mengatakan, pihaknya saat ini telah membuka posko siaga bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, abrasi dan tanah longsor karena cuaca hujan terus menerus bisa memungkinkan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Karawang.

Berikut beberapa potensi bencana yang harus diwaspadai:

1. Potensi Banjir 

Dijelaskan Mahpudin, kondisi saat ini memungkinkan terjadinya penambahan debit air terhadap sungai-sungai yang ada di Kabupaten Karawang.

“Ketika debit air tinggi, maka akan dimungkinkan banjir, dan hari ini sudah terjadi di Kecamatan Telukjambe Barat, Karangligar. Dengan ketinggian 30 cm, meskipun rendah itupun harus tetap menjadi kewaspadaan,” jelasnya.

Mahpudin memaparkan, ada beberapa wilayah di Karawang yang menjadi titik rawan banjir. Hal ini disebabkan karena Karawang dilintasi 3 aliran sungai besar.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Karawang Dorong OPD Ciptakan Inovasi Berbasis Kebutuhan Warga

“Timur Cilamaya, itu tampungan ujungnya di Subang, menyatu dengan Ciherang dari Purwakarta mengalir ke Cilamaya membentang sampai ke Cilamaya Wetan. Kemudian Citarum, lalu di Barat ada Cibeet yang menampung Cipamingkis, Cijurai dan Cigentis. Banjir potensinya tergantung dari ketiga sungai besar tersebut,” ungkapnya.

Sungai Cibeet berpotensi membanjiri wilayah Karangligar dan Mekarmulya. Citarum berpotensi berdampak ke wilayah Karawang Barat sekitar Mekajati dan Tanjungpura (jalan miring).

Kemudian Cilamaya, berpotensi banjir di wilayah muara dan ada salah satu perumahan di Desa Tegalwaru yang sering terkena banjir karena dekat dengan lintasan sungai.

Baca juga: Aplikasi Identitas Kependudukan Disempurnakan, Kini Bisa Login Pakai Biometrik

Selain itu, banjir juga berpotensi terjadi di wilayah perkotaan akibat munculnya genangan air dari drainase.

2. Potensi Longsor 

Longsor berpotensi terjadi di wilayah Karawang yang memiliki ketinggian di atas 100 MDPL. BPBD Karawang biasanya mendapatkan laporan longsor dari wilayah Selatan seperti Ciampel, Pangkalan dan Tegalwaru.

“Wilayah yang memiliki kecuraman tertentu,” kata Mahpudin.

Baca juga: Disdikpora Karawang soal 6 Siswi SMP Saling Baku Hantam: Sudah Dikenal Siswi Bermasalah

3. Banjir rob

Sementara, banjir rob berpotensi terjadi di sepanjang wilayah pantai Utara Kabupaten Karawang. Berdasarkan prediksi BMKG, saat ini telah terjadi peningkatan gelombang dan banjir rob sudah ada dengan ketinggian relatif rendah sekitar 50 cm.

“Berpotensi sekitar 9 Kecamatan 13 Desa yang semuanya berada di wilayah Utara, terutama Sedari dan Cemarajaya,” terang Mahpudin.

Oleh karenanya, tandas dia, BPBD Karawang mengimbau para nelayan untuk tidak memaksakan diri untuk berlayar karena saat ini cuaca sedang kurang bersahabat dan harus tetap waspada karena dikhawatirkan terjadi bencana. (*)