Beranda Karawang Program Sekolah Maung SMAN 5 Karawang, Siapkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter

Program Sekolah Maung SMAN 5 Karawang, Siapkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter

Sekolah maung
SMAN 5 Karawang resmi menjadi bagian dari Program Sekolah Maung, program unggulan Pemprov Jawa Barat untuk mencetak generasi unggul berprestasi, berkarakter, dan berwawasan global. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sekolah Maung menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Di Kabupaten Karawang, SMAN 5 Karawang ditunjuk sebagai salah satu sekolah penyelenggara Program Maung dengan fokus membangun siswa unggul secara akademik, mental, dan akhlak.

Melalui Sekolah Maung, pemerintah berupaya menghadirkan model pendidikan yang mampu mencetak generasi berprestasi sekaligus berkarakter. Program ini menggabungkan tiga kurikulum utama, yakni kurikulum nasional, Pancawaluya, dan Kurikulum Cambridge sebagai upaya membangun lulusan berwawasan global.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Karawang, Maman, menjelaskan penunjukan sekolah tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, mulai dari capaian prestasi siswa, kesiapan tenaga pendidik, hingga ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.

“Ruang-ruang yang ada di SMAN 5 Karawang juga dapat dimanfaatkan untuk asrama, sarana, dan prasarana penunjang lainnya,” ujarnya kepada TVBerita.co.id, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan sekolah dalam membina prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik, menjadi salah satu alasan kuat sekolah tersebut dipercaya menjadi bagian dari Sekolah Maung.

Baca juga: SPMB Sekolah Maung Dimulai, SMAN 5 Karawang Siapkan 384 Kuota Siswa Baru

“Dalam menunjang prestasi siswa ada dukungan dari guru, komite sekolah, dan Dewan Pendidikan sehingga sekolah ini dinilai cocok untuk pengembangan Program Maung,” katanya.

Maman menuturkan, sistem pembelajaran dalam Sekolah Maung akan berbeda dengan sekolah reguler. Selain tetap menggunakan kurikulum nasional, sekolah juga akan menerapkan Kurikulum Cambridge yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Nanti ada muatan lokal dan kemungkinan penambahan jadwal pembelajaran pada hari Sabtu,” ujarnya.

Selain pembelajaran akademik, Program Maung juga menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui kegiatan seperti kemah, pelatihan kedisiplinan, serta pendidikan kepemimpinan.

“Ini lebih ke pengembangan karakter agar siswa lebih disiplin dalam waktu dan pembelajaran,” tuturnya.

Bahkan, dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS), pihak sekolah akan berkoordinasi dengan TNI guna mendukung pendidikan karakter siswa di Sekolah Maung.

Maman menegaskan bahwa Sekolah Maung tidak membuka kelas reguler. Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga dilakukan secara khusus dan berbeda dari sekolah umum.

“SPMB Sekolah Maung dilaksanakan pada 25 sampai 29 Mei 2026,” ungkapnya.

Seleksi penerimaan siswa dilakukan berdasarkan prestasi siswa, baik akademik, potensi akademik, maupun non-akademik, tanpa mempertimbangkan zonasi atau status ekonomi.

“Seleksi berbasis prestasi akademik, potensi akademik, dan non-akademik,” jelasnya.

Untuk jalur potensi akademik, siswa dengan IQ minimal 130 mendapat kuota 10 persen. Sementara jalur akademik mensyaratkan nilai rapor minimal 85.

Adapun jalur non-akademik diperuntukkan bagi siswa yang memiliki sertifikat prestasi, pengalaman organisasi, kepemimpinan, kemampuan tahfidz, hingga pramuka garuda.

“Untuk jalur non-akademik penilaian terdiri dari 60 persen sertifikat dan 40 persen nilai akademik,” katanya.

Baca juga: Nafoska SMAN 1 Karawang Matangkan Persiapan JICF Lewat Konser Budaya

Secara keseluruhan, Program Maung diproyeksikan untuk mendorong siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT.

Dalam prosesnya, guru-guru di SMAN 5 Karawang juga akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengadaptasi Kurikulum Cambridge dengan kurikulum nasional serta nilai-nilai Pancawaluya.

“Guru-guru nantinya akan dilatih dan beradaptasi dengan Kurikulum Cambridge agar dapat memetakan kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran,” jelas Maman.

Ia menambahkan, hadirnya Sekolah Maung di SMAN 5 Karawang bukan hanya meningkatkan kualitas siswa, tetapi juga menjadi momentum peningkatan kualitas sekolah secara menyeluruh.

“Anak-anak sangat antusias dan bangga karena sekolahnya ditunjuk menjadi Sekolah Maung,” tutupnya. (*)