Beranda Headline Kata Acep Jamhuri soal Uang Pensiunan PNS di Karawang Belum Dibayar: Jangan...

Kata Acep Jamhuri soal Uang Pensiunan PNS di Karawang Belum Dibayar: Jangan Mancing-mancing..

Acep jamhuri uang pensiunan pns karawang
Calon Bupati Karawang nomor urut 01, Acep Jamhuri buka suara soal uang pensiunan PNS di Karawang yang belum dibayar. Foto: istimewa

KARAWANG – Mantan Ketua Korpri Karawang, Acep Jamhuri buka suara ihwal uang kadedeuh ratusan pensiunan PNS di Pemkab Karawang yang tak kunjung dicairkan.

Alih-alih menjelaskan secara gamblang, calon bupati Karawang nomor urut 01 ini meminta awak media bertanya kepada seorang bernama Neng yang diketahui petugas yang bekerja di Korpri Karawang,

“Coba tanya saja sama Bu Neneng. Katanya jangan dicairkan lagi,” kata dia, Selasa (8/10).

Baca juga: Cipayung Plus Desak Acep Jamhuri Tanggungjawab soal Dana Miliaran Pensiunan PNS di Karawang

Acep juga meminta awak media tidak bertanya aneh-aneh dan memancing terkait gaduh uang pensiunan Korpri.

“Kamu jangan mancing-mancing, tanya yang jelas,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, ratusan pensiunan PNS Pemkab Karawang dari tahun 2022 dan 2023, lewat perwakilannya mendatangi kantor Korpri Karawang. Mereka menagih uang kadeudeuh sebesar Rp14 juta yang hingga kini belum diterimanya.

Baca juga: Dinkop UKM Karawang Fasilitasi Branding Kemasan buat 55 Pelaku Usaha, Gratis..

“Anehnya, pensiunan yang baru sudah menerima. Sementara kami yang sudah lama purna bakti, hingga kini belum menerima uang kadeudeuh itu,” ujar salah seorang perwakilan pensiunan PNS Pemkab Karawang, Juhdiana, Selasa 1 Oktober 2024.

Dia mengatakan, dirinya yang sudah purna bakti sejak tahun 2023, bersama ratusan pensiunan dari tahun 2022, hingga kini belum mendapatkan uang kadeudeuh itu.

Baca juga: Malam Rakyat Gembira Jelang Pilkada 2024 Bareng KPJ, PWI dan KPU Karawang

“Besarannya semua sama, yaitu Rp14 juta,” ucap pensiunan PNS yang terakhir berdinas di Disdikpora Karawang itu.

Juhdiana memaparkan, dari informasi yang didapatnya, total pensiunan yang belum diberikan uang pensiunannya berjumlah sekitar 700 orang. Dan besaran uang yang harus diterimanya, sama semua, sebesar Rp14 juta. “Semua sama, menerima Rp14 juta,” katanya.