
KARAWANG – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Karawang masih menelusuri kemungkinan adanya jemaah umrah asal Karawang yang terdampak situasi konflik di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran menjadi perhatian serius pemerintah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi serta keselamatan jemaah.
Baca juga: Tiga ABG Wanita di Karawang Aniaya Teman Sendiri, Diajak Beli Kue tapi Malah Dikeroyok
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggali informasi melalui Ketua Forum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Karawang guna mengetahui ada tidaknya jemaah yang terdampak langsung konflik tersebut.
“Kami sedang mencari informasi lewat Ketua Forum PPIU. Sampai sekarang belum ada laporan yang masuk,” ujar Rojak Rabu, (4/3).
Ia menambahkan, pihaknya mengikuti arahan dari Kementerian Haji dan Umrah, termasuk imbauan kepada calon jemaah untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
“Sesuai arahan Pak Wakil Menteri, kami mengimbau agar perjalanan ditunda dulu,” katanya.








