Beranda Headline Film ‘Setannya Cuan’ Resmi Rilis, Nonton di Karawang Berhadiah Umroh

Film ‘Setannya Cuan’ Resmi Rilis, Nonton di Karawang Berhadiah Umroh

Film setannya cuan
Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan warna berbeda lewat film komedi horor berjudul Setannya Cuan yang resmi tayang di bioskop mulai 5 Maret 2026. 

KARAWANG – Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan warna berbeda lewat film komedi horor berjudul Setannya Cuan yang resmi tayang di bioskop mulai 5 Maret 2026.

Film produksi RADEPA BLACK dan ATLAS PIXEL ini sebelumnya dikenal dengan judul Jurig Salawe, terinspirasi dari kisah nyata tentang “kora” nomor 25 (salawe) yang sempat dialami langsung oleh penggagas ceritanya.

Namun dalam perjalanannya, judul tersebut dinilai terlalu spesifik. “Jurig salawe itu kan soal nomor 25, apakah semua orang langsung paham? Akhirnya kami pakai nama Setannya Cuan, karena lebih relevan dengan kondisi sekarang,” ungkap tim produksi saat press release di CGV Karawang pada Rabu, (4/3).

Baca juga: Horor Konflik Iran Vs AS dan Israel, Jemaah Umrah di Karawang Terdampak

Judul baru ini dipilih untuk menggambarkan fenomena masyarakat modern yang kerap terjepit antara tradisi mistis dan tuntutan ekonomi.

Potret Obsesi Cuan dan Dunia Gaib

Film ini memotret obsesi terhadap kekayaan instan melalui kisah dua jawara kampung, Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel), yang bersaing memperebutkan kursi lurah sekaligus hati janda muda Mince (Nadine Alexandra).

Kekalahan membuat Adang bangkrut dan ditinggal istri, sementara Asep justru mendadak kaya raya karena bantuan dukun Rojan (Candil) untuk menang togel. Dari situ, kekacauan bermula. Warga ikut-ikutan berburu pesugihan, mulai dari pocong hingga babi ngepet (demi cuan cepat).

Meski sarat kritik sosial, para pemain menegaskan film ini tidak dibuat untuk menggurui.

“Kita nggak ingin menggurui. Pesan itu penonton aja, terserah. Tujuan utama kita menghibur,” ujar Anyun Cadel.

Baca juga: Oknum Camat di Karawang Diduga Tipu Warga, Modusnya Jual Beli Perumahan Syariah

Produser Eksekutif dr. Robby Hilman Maulana menambahkan, tetap ada nilai moral yang ingin disampaikan.

“Pesan moralnya itu, kalau uang haram itu nggak berkah. Pokoknya hidup mah kita serahkan aja pada Tuhan, biar kita bisa bertahan pada Tuhan. Mohon doanya aja. Target penonton sebanyak-banyaknya,” katanya.

Ia juga menyebut Karawang menjadi salah satu kota spesial dalam rangkaian promosi film ini. “Karawang ini kota yang sekian kita datangin.”

Menertawakan Ketakutan, Merayakan Kebersamaan

Selain cerita di layar, kisah di balik layar pun tak kalah menarik. Gabriella Desta mengungkapkan proses syuting di Pangalengan justru mempererat chemistry para pemain.