Beranda Karawang Maknai Hari Lingkungan Hidup dengan Perbaiki Kualitas Air

Maknai Hari Lingkungan Hidup dengan Perbaiki Kualitas Air

Hari lingkungan hidup
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Huma Eco-Enzyme (EE) bersama Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang mengajak masyarakat untuk ikut aksi dalam menjaga dan melestarikan bumi.

KARAWANG – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Huma Eco-Enzyme (EE) bersama Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang mengajak masyarakat untuk ikut aksi dalam menjaga dan melestarikan bumi.

Sebagai pionir pembuatan dan pemanfaatan eco-enzim di Karawang, Founder EE Komalaningsih mengaku akan menebarkan EE murni ke tiap aliran got di sejumlah wilayah di Karawang.

Kegiatan tersebut dimulai dari lingkungan Perumahan Permata Indah Permai (PIP) Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Karawang.

Baca juga: Aksi Bersih-bersih Lingkungan Warga Pasirjengkol Bareng Huma Eco-Enzyme

“Setelah kita ingatkan, selanjutnya kita ajak warga PIP untuk ikut aksi dalam menjaga lingkungan mereka sendiri. Selain kerja bakti, kita juga tebar Eco enzyme murni ke tiap-tiap got perumahan dan parit untuk memperbaiki kualitas air. Karena air got sudah banyak bercampur dengan air sabun, air cuci piring, cuci pakaian yang berbahan kimia sintetis yang membahayakan,” ujar wanita yang biasa disapa Nining ini.

Huma EE yang menjadi pionir penggerak program di Perumahan PIP Desa Pasirjengkol, mengajak kurang lebih 75 ibu rumah tangga agar bisa turut serta. Alhasil, mereka cukup antusias mengikuti aksi dan kegiatan ini.

Baca juga: Proyek Sodetan di Area Bendungan Barugbug Bikin Aktivis Lingkungan Khawatir

Dikatakan salahsatu mahasiswi LSPR Fakultas Ilmu Komunikasi Salama Adzari, EE merupakan program yang sangat dibutuhkan dunia dalam mengelola sampah organik. Untuk itu, kedua kalinya ia bersama ke-8 mahasiswa LPSR lainnya ikut serta dalam kegiatan ini.

Diawali dengan sosialisasi kegiatan, workshop manfaat dan pembuatan ekoenzim serta pemanfaatan media sosial untuk edukasi berkelanjutan mengenai ekoenzim, hingga kontes dan peresmian bank sampah sebagai bentuk apresiasi dan pencanangan Desa Pasir Jengkol sebagai desa percontohan pembuatan ekoenzim.

“Dilandasi dari kesadaran warga Desa Pasirjengkol tentang pengelolaan sampah anorganik yang selama ini sudah dilakukan, menjadi fondasi untuk menumbuhkan semangat menjaga dan melestarikan bumi,” katanya. (*)