Beranda Headline Mencicipi Abon Pepaya Muda Buatan Warga Karawang, Unik dan Lezat

Mencicipi Abon Pepaya Muda Buatan Warga Karawang, Unik dan Lezat

Abon pepaya di karawang
Elis Komalasari, seorang ibu pelaku UMKM Karawang yang memproduksi abon dari bahan dasar pepaya.

KARAWANG – Bahan baku abon biasanya berasal dari daging seperti sapi ataupun ayam. Namun di tangan Elis Komalasari, abon diproduksi dari buah pepaya muda. Rasanya pun lezat.

Warga Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur ini mengungkap, abon dari bahan buah pepaya ini sudah diproduksi sejak dua tahun lalu. Ide itu terinspirasi dari kawannya saat berdiskusi membuat kuliner unik.

“Waktu itu ada yang bilang (nyeletuk) abon pepaya. Karena saya kepingin cari yang unik, beda dari orang lain. Dari situ saya coba praktek buat abon pepaya,” ujarnya kepada tvberita.co.id ditemui di Karawang pada Rabu, 5 Juni 2024.

Baca juga: Tangani Kasus, Kejaksaan Negeri Akan Bikin Heboh Purwakarta 

Prosesnya pun tidak langsung berjalan mulus, Elis mengaku sempat beberapa kali kegagalan saat melakukan eksperimen pembuatan abon pepaya.

Namun berkat kegigihannya, abon ini akhirnya berhasil diproduksi dengan cita rasa memuaskan. Abon pepaya ini diklaim sebagai pengganti nutrisi dari daging sapi dan ayam.

Perempuan 52 tahun ini mengungkap, agar menjadi abon, pepaya itu dikupas dan diparut hingga menjadi halus. Kemudian ditaburi garam dan di-press agar getah dan rasa pahitnya hilang.

“Dicuci berulang-ulang sampai bening, langsung diperet sampai gak ada airnya. Terus bumbunya juga beda, saya bikin racikan rahasia tersendiri yang nantinya diadonin ke pepaya,” tuturnya.

Baca juga: Situs Info Loker Karawang Digandrungi Pencaker, Diklaim Efektif Perangi Calo

Abon tersebut Elis sajikan ke dalam toples berukuran 300 gram dan kemasan pouch 200 gram. Masing-masing dijual dengan harga berbeda, ukuran 300 gram seharga Rp35.000 dan 200 gram seharga Rp26.000.

“Ini bisa dimakan pakai nasi dan bisa bertahan tiga bulan,” katanya.

Pemasaran masih sulit
Abon pepaya di karawang
Abon tersebut Elis sajikan ke dalam toples berukuran 300 gram dan kemasan pouch 200 gram. Masing-masing dijual dengan harga berbeda, ukuran 300 gram seharga Rp 35.000 dan 200 gram seharga Rp 26.000.

Sisi lain dari produk unik ini, ternyata Elis mengaku kesulitan dalam hal pemasaran. Ia sampai mengikuti program UMKM Naik Kelas agar mendapatkan bekal ilmu untuk memperkenalkan produk abonya.

Tentu ia berharap, kedepannya produk abon pepaya ini bisa dikenal dan dipasarkan secara luas hingga ke luar Karawang.

“Pemasarannya ingin luas, sekarang orang-orang belum pada mengenal. Saya juga akan tingkatkan dulu produknya agar menarik dimata konsumen,” katanya.

Pendamping UMKM Naik Kelas, Diantika Permatasari Widagdho menyampaikan, produk ini sangat unik dan perlu digali nilai-nilai plusnya agar bisa ditingkatkan.

Baca juga: Cerita Ibu di Karawang Jualan Jus dari Buah Honje: Buat Obati Kolesterol dan Bersihkan Lambung

Ia berharap, Elis tidak pesimis dalam memperkenalkan produk abon pepaya miliknya. Sebagai pendamping ia berkomitmen akan terus mendorong Elis, agar tidak terus berprogres.

“Denger dan liat abon pepaya aja tuh udah unik. Kok abon dari pepaya, terus pas dicobain kok enak, dan anak-anakku juga suka,” katanya.

“Di tengah-tengah pendampingan ini ibu ini sempat gak mau ngelanjutin lagi abon pepaya. Karena beliau berpikir susah dipasarkan. Justru itu keunikannya, memang agak susah jika produk anti mainstream. Dari situ saya tertarik untuk menggali value yang ada di abon pepaya ini,” tutupnya. (*)