Beranda Headline Puluhan Kambing di Karawang Mati Diterkam Macan Tutul Jawa

Puluhan Kambing di Karawang Mati Diterkam Macan Tutul Jawa

Kambing di karawang diterkam macan tutul jawa
Salah satu lokasi kambing yang diterkam macan tutul jawa di Desa Tamansari, Karawang. Foto: istimewa

KARAWANG – Warga Kampung Taneh Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang dihebohkan dengan puluhan kambing mati diterkam macan tutul jawa.

Kepala Dusun Taneuh Beureum, Laim bilang kejadian ternak diserang satwa liar ini pertama kali terjadi pada 19 Maret 2024 lalu di ladang kebun warga.

“Awalnya ada suara teriakan kambing 3 kali. Sore hari kira-kira jam 3 sore ketika disamperin ditemukan ternak kambing warga sudah mati dengan luka di leher samping. Juga bekas jejak-jejak binatang lain,” Jelas Laim, Selasa (4/6).

Baca juga: Dua Pria di Karawang Kepergok Cari Sabu di Semak-semak, Kini Diamankan Polisi

Insiden itu terjadi berulang kali sejak 19 Maret sampai 24 Mei 2024. Total, kata dia, kambing warga yang mati diterkam satwa liar sebanyak 27 ekor.

Kambing mati usai diterkam macan tutul jawa di Karawang. Foto: istimewa

“Pas kejadian terakhir, warga peternak mengaku dipanggil oleh temannya yang melihat salah satu ekor kambing dimangsa macan dengan corak tutul kedalam sebuah gua batu kecil. Ketika didatangi, macan itu lari ke hutan ninggalin mangsanya,” jelasnya.

Warga mau balas dendam

Banyaknya teror dari binatang buas ini disebutnya bikin resah warga. Beberapa warga yang kesal ternaknya dimangsa bahkan berniat memburu satwa liar tersebut.

Baca juga: Diperiksa Kejaksaan, Desa Sukatani Jadi Pemenang Lomba Desa

“Saat malam hari warga membekali diri dengan senjata jika tiba-tiba diserang oleh macan di kebun atau hutan,” ucapnya.

Sementara, anggota Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Komarudin menyebut titik lokasi konflik satwa liar ini masuk dalam koridor karnivora besar yang menyatu dengan hutan kawasan Pegunungan Sanggabuana, termasuk sampai ke hutan di sisi selatan Waduk Jatiluhur.

“Lokasinya berada Blok 1A hutan Perum Perhutani BKPH Pangkalan, KPH Purwakarta, Divisi Regional Jawa Barat-Banten,” jelas Komarudin.

Baca juga: Diramaikan Band Jamrud, Begini Kemeriahan Peluncuran Pilkada Karawang 2024

Berdasarkan laporan assesment Ranger, jejak yang ada serta kesaksian warga, ternak warga diserang oleh karnivora besar jenis macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

“Ada beberapa cakaran pohon, dan jejak darah di salah satu gua. Dugaan sementara dari jejak yang ada di lapangan merupakan jejak karnivora besar,” jelas Komarudin.

Termasuk satwa dilindungi
Kambing di karawang diterkam macan tutul jawa
Bekas cakaran diduga oleh macan tutul jawa. Foto: istimewa

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Purwakarta BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengatakan bahwa satwa macan tutul Jawa merupakan satwa kebanggaan yang telah ditetapkan sebagai satwa identitas provinsi Jawa Barat dengan SK Gubernur Jawa Barat no 27 thn 2005; serta merupakan satwa endemik pulau Jawa yang juga merupakan satwa dilindungi sesuai Permen LHK No. 106/2018.

Baca juga: Diperiksa Kejaksaan, Desa Sukatani Jadi Pemenang Lomba Desa

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memburu macan tutul jawa, karena hewan itu termasuk satwa dilindungi sesuai UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE.

“Jika ada masyarakat kedapatan memburu satwa tersebut maka bisa dikenai sanksi pidana,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan mengedukasi masyarakat bagaimana beternak, terutama membuat kandang yang bisa terhindar dari serangan satwa liar.

“Oleh karena itu kami mengharapkan koordinasi lintas sektor untuk dapat mewujudkan amanat tersebut sebagai bentuk upaya bersama terkait pelestarian macan tutul jawa di kabupaten Karawang,” katanya. (*)