
KARAWANG — Di balik setiap keberhasilan besar sebuah perusahaan, selalu ada sosok pemimpin yang mampu mengubah kebijakan menjadi gerakan nyata. Di PT Pupuk Kujang, peran itu tercermin pada figur Agung Gustiawan, Vice President Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang sukses membawa transformasi program sosial perusahaan menjadi lebih strategis, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bagi Agung, TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi ataupun formalitas administratif. Ia memandangnya sebagai jalan untuk menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan denyut kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Visi itulah yang mengantarkan Pupuk Kujang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang TOP CSR Awards 2026. Perusahaan berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Golden Trophy, TOP CSR Awards 2026 Corporate Level Star 5, serta penghargaan prestisius Top Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada Agung Gustiawan.
Baca juga: Sinergi Pupuk Kujang dan Kalangan Industri Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Karawang
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinannya, program TJSL tidak lagi berjalan terpisah dari strategi bisnis perusahaan. Sebaliknya, seluruh program sosial kini menjadi bagian penting dari arah pembangunan korporasi jangka panjang.
Menyatukan Bisnis dan Nilai Kemanusiaan
Agung memahami bahwa tantangan perusahaan modern tidak lagi hanya berbicara soal keuntungan, tetapi juga bagaimana prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat terintegrasi dalam seluruh aktivitas operasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa CSR bukan sekadar aksi amal. CSR harus terintegrasi penuh dengan strategi bisnis dan mampu menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun lingkungan,” ujarnya.
Melalui tema besar Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value, Agung berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi perusahaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Baca juga: SPMB Sekolah Maung Dimulai, SMAN 5 Karawang Siapkan 384 Kuota Siswa Baru
Dari Lereng Gunung hingga Dapur Warga
Predikat Star 5 yang diraih Pupuk Kujang lahir dari berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput.
Di bawah arahannya, lahan kritis di kawasan kaki Gunung Malabar berhasil diubah menjadi kawasan produktif berbasis kopi. Tak hanya itu, modernisasi pertanian juga terus didorong agar para petani memiliki daya saing lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
Sentuhan program TJSL bahkan menjangkau sektor domestik masyarakat. Pelatihan tata boga bagi ibu-ibu di wilayah Cikampek menjadi salah satu contoh bagaimana pemberdayaan ekonomi keluarga dibangun dari lingkup terkecil.









