
KARAWANG – Setelah resmi dijadikan cagar budaya, Kepala SDN Pisangsambo 1, Een Suhernah berharap bangunan sekolah segera direvitalisasi.
“Ya harapannya tentu saja banyak ya, diantaranya ingin cepat terwujud untuk perehaban supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan terutama merasa bangga dengan kondisi bangunan yang lebih baik,” ujarnya kepada tvberita.co.id pada Jumat, 26 Januari 2024.
Ia menerangkan, material bangunan SDN Pisangsambo 1 peninggalan Belanda berbeda dengan bahan bangunan sekolah pada umumnya.
Baca juga: Sekolah Peninggalan Belanda di Karawang Resmi Ditetapkan Jadi Cagar Budaya
Dari sejak berdirinya di tahun 1921, bangunan SD sedikit banyak sudah mengalami beberapa perubahan. Namun, karena bangunan merupakan cagar budaya, proses revitalisasinya nanti tidak boleh menggunakan sembarang bahan.
“Menurut keterangan nenek moyang kami dan sumber terdahulu, material dinding bangunan sebelumnya adalah berupa papan jati, sedangkan sekarang berubah menjadi bilik,” terangnya.

“Begitu juga dengan lantainya, seperti ada yang masih tersisa yaitu berupa hamparan papan jati yang sangat tebal,” tambahnya.
Een menggambarkan, sekolah SDN Pisangsambo 1 ini bertingkat panggung, namun saat ini panggungnya sudah tidak setinggi dulu.
Selain itu, bagian pintu juga berubah dari model kupu-kupu menjadi model 1 pintu dan kursi meja jadul tinggal tersisa 2-3 buah.













