Beranda Karawang Otodidak Sejak Remaja, Endar Tuna Netra Karawang Mahir Main Gitar hingga Biola

Otodidak Sejak Remaja, Endar Tuna Netra Karawang Mahir Main Gitar hingga Biola

Endar tuna netra karawang
Keterbatasan penglihatan tak pernah menghalangi Endar (43) untuk mengekspresikan bakatnya di dunia musik. Penyandang tuna netra asal Karawang itu berhasil membuktikan bahwa semangat belajar dan ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi.

KARAWANG – Keterbatasan penglihatan tak pernah menghalangi Endar (43) untuk mengekspresikan bakatnya di dunia musik. Penyandang tuna netra asal Karawang itu berhasil membuktikan bahwa semangat belajar dan ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi.

Meski tidak pernah mengenyam pendidikan musik formal, Endar kini mampu memainkan berbagai alat musik dan kerap tampil dalam sejumlah acara, termasuk kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Kecintaannya terhadap musik tumbuh sejak remaja. Saat berusia sekitar 15 tahun, ia mulai serius menekuni dunia musik setelah terbiasa memainkan berbagai alat musik mainan yang dibelikan orang tuanya sejak kecil.

Baca juga: Kakak-Beradik Penyandang Disabilitas Curi Perhatian di Nobar Piala Dunia 2026 di Karawang

“Dari kecil memang sudah senang musik. Mama sering beliin keyboard mainan, ternyata saya langsung bisa memainkannya. Akhirnya saya terus belajar sendiri,” ujar Endar usai tampil pada acara Nobar Juara Pemkab Karawang.

Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi, Endar memilih banyak bergaul dengan musisi non-disabilitas. Dari lingkungan itulah kemampuannya berkembang tanpa melalui bangku kursus maupun sekolah musik.

Ia mengawali perjalanan bermusiknya dengan belajar gitar. Seiring waktu, kemampuannya meluas ke berbagai instrumen lain seperti keyboard, bass, drum, hingga alat musik yang tergolong lebih kompleks seperti biola dan saksofon.

“Kalau ada alatnya, saya senang mencoba. Insya Allah hampir semua bisa dimainkan,” katanya.

Baca juga: 1.250 Mahasiswa UNSIKA Diterjunkan Ikuti KKN, Ditarget Bawa Inovasi Hijau ke 99 Desa

Seluruh kemampuan tersebut diperoleh secara otodidak. Endar mengaku tidak pernah mengikuti les musik ataupun pendidikan di sekolah luar biasa. Satu-satunya pelatihan yang pernah diikutinya hanyalah pembelajaran huruf Braille yang difasilitasi pemerintah.

Endar tuna netra karawang
Keterbatasan penglihatan tak pernah menghalangi Endar (43) untuk mengekspresikan bakatnya di dunia musik. Penyandang tuna netra asal Karawang itu berhasil membuktikan bahwa semangat belajar dan ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi.

“Saya belajar dari teman-teman. Tidak pernah les musik. Semua dari alam dan pengalaman,” tuturnya.

Kemampuan bermusik membawanya tampil di berbagai daerah, mulai dari Karawang, Bekasi hingga Tasikmalaya. Ia juga pernah beberapa kali mengikuti audisi ajang pencarian bakat di televisi nasional, meski belum berhasil menembus tahap akhir kompetisi.

Bagi Endar, pencapaian terbesar bukanlah penghargaan atau popularitas. Kesempatan untuk terus tampil dan berkarya justru menjadi bentuk apresiasi yang paling berharga.

Baca juga: Antusiasnya Warga Padati Nobar Juara di Karawang, Bawa Keluarga Saksikan Laga Piala Dunia

“Saya tidak mengharapkan penghargaan. Yang penting diberi kesempatan tampil, saya sudah bersyukur,” ungkapnya.

Kini, dukungan istri dan anak menjadi sumber semangat terbesar bagi Endar untuk terus berkarya. Ia ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan memberi inspirasi bagi banyak orang.

Kisah Endar menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari mimpi. Dengan kemauan belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan, setiap orang memiliki peluang untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. (*)