Beranda Karawang Saat 40 Perempuan Disabilitas di Karawang Dilatih Membatik

Saat 40 Perempuan Disabilitas di Karawang Dilatih Membatik

40 perempuan disabilitas karawang dilatih membatik
Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation bekerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) menggelar pelatihan membatik bagi 40 perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang.

KARAWANG – Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation bekerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) menggelar pelatihan membatik bagi 40 perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada 27–28 April 2026, diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis keterampilan yang inklusif. Para peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, seperti tunarungu, tunawicara, tunadaksa, hingga penyandang cerebral palsy.

Founder KTI Foundation, Inaraya menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi dirancang sebagai bekal keterampilan berkelanjutan.

Baca juga: Dulu Nyaris Putus Sekolah, Kini Titi Jadi Penggerak Harapan Anak Yatim di Karawang

Dia menyebut, sejumlah peserta binaan sebelumnya telah mampu mandiri secara ekonomi melalui produksi batik maupun bidang lain seperti menjahit.

KTI Foundation sendiri memiliki beragam program pelatihan, mulai dari batik, menjahit, kuliner, kopi, hingga kriya. Seluruh program tersebut ditujukan untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

“Harapannya, teman-teman disabilitas tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kami ingin memberi ‘pancing’, bukan sekadar ‘ikan’, agar mereka bisa mandiri,” ujarnya, Selasa (28/4).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara inklusif, sekaligus menghadirkan dampak sosial yang nyata.

“Bagi SMF, ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah membuka kesempatan yang setara bagi semua, termasuk perempuan penyandang disabilitas, untuk berkembang dan berkontribusi secara produktif. Dengan dukungan yang tepat, potensi yang dimiliki dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan berkelanjutan,” katanya.