Beranda Headline Sejarah Masjid Agung: Simbol Syiar Islam di Karawang Sejak Abad ke-14

Sejarah Masjid Agung: Simbol Syiar Islam di Karawang Sejak Abad ke-14

Direnovasi dan diperluas
Bangunan Masjid Agung Karawang setelah direnovasi dan diperluas.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Agung Karawang terus dipercantik dan diperluas. Terhitung sudah enam kali masjid ini direnovasi.

Renovasi pertama dilakukan oleh oleh Bupati Karawang pertama, Raden Singa Perbangsa pada tahun 1635 masehi.

Renovasi kedua dilakukan pada tahun 1747 oleh Bupati Karawang keempat, Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa. Bahkan, jasadnya dimakamkan di serambi masjid sebelah selatan atau disebut dengan dalem serambi.

Baca juga: Puluhan Pejabat Karawang Dirombak di Tengah Ramadan, 7 Kepala OPD Kena Rotasi

Kemudian renovasi ketiga dilakukan oleh Bupati Karawang ke-15, Raden Tohir Mangku Dijoyo pada tahun 1957. Bupati yang menjabat dari tahun 1951 sampai 1960 ini juga turut dimakamkan di komplek pemakaman belakang Mesjid Agung Karawang.

Renovasi terus berlanjut di zaman Bupati Karawang ke-16 yaitu Kolonel Husni Hamid pada tahun 1967.

Pada tahun 1989, Bupati Karawang ke-20 Kolonel Czi. Sumarmo Suradi juga merenovasi dan memperluas Masjid Agung Karawang menjadi 2.230 meter per segi pada tahun 1994.

Terakhir, renovasi sekaligus perluasan dilakukan pada tahun 2017 oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Baca juga: RSUD Karawang Akselerasi Layanan lewat Instalasi Rehabilitasi Medik

Acep menjelaskan, setiap bulan suci Ramadan, tak kurang dari 1.000 orang menyambangi Masjid Agung Karawang. Ada yang untuk wisata ziarah, buka puasa bersama dan beribadah.

Apalagi masjid ini memang bersebelahan dengan Alun-alun Karawang, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tempat ngabuburit.

“Kami berupaya agar masyarakat nyaman beribadah di masjid ini. Semisal saat Ramadan, kami rutin mengadakan one day one juz dan juga menyiapkan buka bersama dan sahur,” tutupnya. (*)