
Associate ONWJ Relations & CID CSR Officer PHE ONWJ, Hanafi menuturkan, APO ban bekas yang dipasang PHE ONWJ di beberapa titik pesisir Kabupaten Karawang terbukti efektif menahan abrasi. Ban bekas ini akan meredam ombak sehingga terjadi sedimentasi. Jadi selain menahan ombak, APO ban bekas bisa mengembalikan daratan.
“Dengan ikhtiar, Alhamdulillah cukup efektif. Ombak besar yang bisa membuat abrasi di wilayah pesisir jadi bisa diredam,” katanya.
Baca juga: UMKM Binaan PHE ONWJ Dapat Dukungan Penuh Dirjen KLHK dan Bupati Indramayu
Selain inovasi APO, PHE ONWJ juga berencana membuat program penanaman pohon mangrove di Desa Mayangan, tepatnya di Pulau Burung. Hal ini sesuai pernyataan Kepala Desa Mayangan, Darto di aula Desa Mayangan, Selasa (9/5). Ia bilang, Pulau Burung di Desa Mayangan adalah satu-satunya hutan dan benteng yang tersisa dari Desa Mayangan sebelum ditenggelamkan abrasi.
Saat ini, PHE ONWJ dan Migas Hulu Jabar ONWJ bekerja sama memasang APO sepanjang 100 meter yang terdiri dari sekitar 12 ribu ban bekas di Pulau Burung.
Direktur Operasional Migas Hulu Jabar ONWJ, Edi Alpian, saat kegiatan serah terima program alat pemecah ombak di aula Desa Mayangan, Selasa (9/5) mengatakan, program dari pihaknya dan PHE ONWJ tidak berhenti sampai pemasangan APO. Ke depan akan ada kolaborasi lanjutan.
“Mari kita sama-sama memberikan perhatian kepada masyarakat. Harapan saya, jangan sampai kita jadi manusia perusak alam. Kita sebagai manusia juga diamanatkan untuk berikhtiar menyelamatkan alam,” tutupnya. (*)











