
KARAWANG – Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog mencetak rekor bersejarah yakni sebanyak 5 juta ton, dengan Kabupaten Karawang menjadi salah satu penopang utama melalui capaian stok daerah sebesar 129.638 ton.
Pimpinan Cabang Bulog Karawang, Rafki Ismael, mengungkapkan, stok tersebut berasal dari hasil serapan gabah petani lokal yang dilakukan secara intensif selama musim panen.
Menurut Rafki, tingginya serapan khususnya di Karawang, tidak hanya memperkuat cadangan pangan di tingkat daerah, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian stok nasional.
Baca juga: Profit ke Purpose: Reposisi Strategi Bisnis Syariah di Tengah Gerakan Konsumen Berkesadaran Global
“Karawang menjadi salah satu penopang utama, karena produksi petani cukup tinggi dan penyerapan berjalan optimal,” katanya.

Selain itu, Bulog Karawang juga memastikan kualitas beras tetap terjaga melalui proses pengeringan, penggilingan, hingga penyimpanan sesuai standar.
Baca juga: Produksi dalam Negeri Meningkat, Mentan Pede RI Tak Impor Beras Lagi Tahun Ini
“Distribusi disiapkan secara terukur untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, terutama menjelang potensi dampak musim kemarau,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Capaian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog menembus angka 5.000.198 ton. Kondisi gudang yang penuh, baik milik Bulog maupun gudang sewa swasta, mencerminkan tingginya hasil produksi petani dalam negeri. (*)








