
Ia juga menjelaskan, saat ini kelas kabin masih dalam proses penataan. Nantinya kelas tersebut akan dibuat senyaman mungkin, dengan fasilitas lengkap agar layak digunakan.
“Foto-foto yang tersebar di medsos itu belum selesai, ada desainnya. Nanti kita akan launching, temen-temen bisa lihat nanti bagaimana ketahanan dan kenyamanannya,” jelas dia.
40 unit kelas kabin dianggarkan Rp 6,4 miliar
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Indra Budiman menyampaikan, total kelas kabin yang diadakan ada sebanyak 40 unit. 1 unitnya, lanjut dia, dianggarkan sebesar 160 juta rupiah.
“Dianggarkan 160 juta rupiah 1 kontainer, didalamnya sudah tersedia fasilitas. Total kelas kabin 40 unit kelas, 1 ruang kelas 2 kabin (yang digabungkan). Pagu yang dianggarkan sekitar 6,4 milyar yang pos anggarannya berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) Unsika,” ungkapnya.
“Dari 40 ruang kelas akan disediakan toilet rencana 2 kontainer, terdiri dari 4 toilet. Gudang 2 kontainer, kantin 2 kontainer, dan ruang rapat 2 kontainer. Di dalam kelas itu, 1 ruang kelas terdiri dari 2 kabin 20 feet ukurannya 5×6 meter, nanti jadinya 1 ruang kelas 30 meter persegi. Lalu inferior akan ada jendela, di lantai juga, AC, air bersih, kursi, dan fasilitas lainnya bahkan dibangun sepiteng dan jalur kabel. Kami juga rencanakan pelapisan di atas biar tidak berisik dan tidak panas. Sementara saat ini sedang di paving blok agar tidak becek ketika hujan. Tapi nanti di tahun 2025 insyaallah akan ada pembangunan,” tutupnya. (*)








