Beranda Regional Yonif PR 305 Tengkorak Beri Pelatihan Bela Negara kepada Mahasiswa UBP Karawang

Yonif PR 305 Tengkorak Beri Pelatihan Bela Negara kepada Mahasiswa UBP Karawang

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Yonif PR 305 /Kostrad mengelar kegiatan Bela negara di Lapangan Yonif PR 305 Karawang dengan para peserta Bella Negara mahasiswa dan mahasiwi UBP dengan pelatih Lettu Purwanto, Sabtu (07/12/2019).

 

Dalam kegiatan bela negara tersebut di ikuti oleh peserta kurang lebih 300 ( tiga ratus ) orang Mahasiswa dan Mahasiswi UBP.

Danyonif PR 305 Mayor Inft. Fajar Akhirudin melalui Pasintel Kapten Inf Andry Aryo Dwiputra mengatakan, bahwa arus demokratisasi dan interdependensi, serta isu lingkungan turut memegang peranan penting dalam mengubah pola interaksi antar negara dimana semuanya terangkai dalam konstruksi globalisasi sebagai impuls utamanya.

“Perubahan fokus isu secara signifikan mengubah peta geopolitik dan geostrategi hampir di seluruh kawasan, diikuti instabilitas yang potensial menjadi ancaman bagi eksistensi sebuah negara. Kondisi tersebut memaksa seluruh negara untuk menata ulang sistem keamanannya. Isu keamanan menjadi lebih komprehensif dan berorientasi global,” ujarnya Kapt.Inf. Andry saat ditemui di ruang kerjanya mewakili Danyonif Mayor Infr. Fajar Akhirudin yang sedang berada di Papua.

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, serta teknologi transportasi telah mempercepat arus informasi, arus finansial global dan mobilitas manusia. Berbagai fenomena perubahan tersebut bukan tidak mungkin membawa ekses yang potensial menjadi ancaman bagi keamanan suatu negara.

Ancaman tidak hanya dalam bentuk fisik, akan tetapi ancaman non fisik seperti penanaman nilai-nilai kehidupan asing yang dapat menjadi alat penghancur entitas sebuah peradaban bangsa.

“Untuk menghadapi perkembangan ancaman yang makin beragam,TNI perlu menata kembali kekuatannya. Dalam konteks pertahanan negara, permasalahan ini tidak cukup ditangani hanya dari aspek kekuatan utama militer saja,” jelas Pasintel

Untuk membangun ketahanan nasional setidaknya ada tiga pilar yang harus saling terkait yaitu pemerintahan, rakyat dan militer. Ketiganya dijalin dalam simpul untuk memperkuat sebuah negara. Pemerintah dengan rakyat diikat dengan simpul ideologi,” jelas Kapt. Inf. Andry

“Para Mahasiswa Dan Mahasiswi UBP perlu mempelajarinya dengan seksama, sehingga dapat memahami prosedur-prosedur yang ada apabila berminat untuk mengabdikan diri melakukan bela negara,” jelas Pasintel Yonif PR 305.

Mahasiswa dan Mahasiswi UBP tetap harus berada di depan untuk menyebarkan arti penting Pancasila dan NKRI sebagai jati diri bangsa.

“Di sisi lain, para Mahasiswa dan mahasiswi UBP harus menyadari juga bahwa kondisi masyarakat yang multikultur ini memiliki suatu kelemahan, yaitu rentan terhadap konflik horizontal yang mengakibatkan disintegrasi bangsa. Yang dimaksud dengan konflik horizontal adalah konflik antar kelompok atau masyarakat yang didasari atas adanya perbedaan identitas seperti suku, etnis, ras, dan agama. Konflik horizontal yang bersifat massal biasanya diawali dengan adanya potensi konflik yang kemudian berkembang dan memanas menjadi ketegangan, sampai akhirnya pecah menjadi konflik fisik,” tutur Danyonif 305 yang di wakili Pasintel.

“Para peserta Bela negara apapun latar belakangnya harus ikut ambil bagian dalam melakukan pendidikan kesadaran bela negara minimal dari lingkungan terdekatnya terlebih dahulu, terutama keluarga. Tanamkanlah kesadaran ber-Pancasila secara terus menerus dalam diri setiap individu, tumbuhkan rasa cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segenap kemampuan atau kesangguhan,” pungkasnya.(rls/ris)