Beranda Headline Puluhan Makam di Karawang Longsor Akibat Proyek Pengendali Banjir BBWS Citarum

Puluhan Makam di Karawang Longsor Akibat Proyek Pengendali Banjir BBWS Citarum

Makam longsor karawang
Sedikitnya lebih dari 20 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terdampak longsor.

KARAWANG – Sedikitnya lebih dari 20 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terdampak longsor yang terjadi di area proyek pembangunan bendungan pengendali banjir dari BBWS Citarum.

Makam longsor karawang
Sedikitnya lebih dari 20 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terdampak longsor.

Memasuki hari kedua pascakejadian, warga bersama keluarga ahli waris masih melakukan pemindahan jenazah ke bagian tengah TPU yang dinilai lebih aman.

Tokoh masyarakat setempat, Ustaz Suganda mengatakan, longsoran tanah telah merusak puluhan makam yang berada di sisi lokasi proyek. Sejumlah makam bahkan terpaksa dibongkar dan dipindahkan karena kondisinya amblas dan terancam jatuh ke area galian.

Baca juga: Banyak Perumahan Banjir Imbas Sistem Drainase Buruk, Bupati Karawang Bakal Evaluasi Total

“Yang jelas yang sudah rusak beberapa puluh makam, hampir separuh. Kurang lebih 20-an makam yang terdampak,” kata Suganda saat ditemui di lokasi pada Kamis, (11/6).

Menurutnya, proses pemindahan makam dilakukan setelah warga mengetahui kondisi makam kerabat mereka mengalami amblas akibat longsoran tanah. Sebagian besar jenazah dipindahkan ke area tengah TPU yang masih tersedia lahan kosong.

“Ada yang baru 40 hari dimakamkan juga terpaksa dipindahkan. Yang diselamatkan yang longsor saja. Dari kemarin dikerjakan, sekarang sudah hari kedua,” ujarnya.

Suganda menjelaskan, selain makam yang masih memiliki keluarga, terdapat sekitar 10 makam lain yang sudah tidak diketahui ahli warisnya. Bahkan beberapa di antaranya merupakan makam lama yang tidak lagi terawat.

Baca juga: Pesta Gay Dikecam Bupati Aep, Satpol PP Karawang Baru Siapkan Surat Teguran

“Ada yang cucunya juga sudah meninggal. Jadi memang ada makam-makam yang sudah tidak ada keluarganya lagi,” katanya.

Ia mengaku warga tidak pernah diajak bermusyawarah secara khusus terkait dampak proyek terhadap area pemakaman. Namun setelah sejumlah makam terdampak, pihak pelaksana proyek disebut memberikan kompensasi sebesar Rp1 juta untuk setiap makam yang dipindahkan.

Makam longsor karawang
Sedikitnya lebih dari 20 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terdampak longsor.

“Katanya dikasih kompensasi Rp1 juta per makam,” ucapnya.

Meski demikian, Suganda berharap pihak pelaksana proyek bertanggung jawab memulihkan kembali lahan pemakaman setelah pembangunan selesai. Sebab, lokasi tersebut merupakan tanah wakaf yang selama puluhan tahun digunakan masyarakat sebagai area pemakaman umum.

Baca juga: Kenapa THM Lokasi Pesta Gay Hanya Ditutup Sementara? Ini Alasan Kasatpol PP Karawang

“Harapannya nanti setelah proyek selesai, tanah makam ini bisa diperbaiki lagi dan dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai hilang karena ini tanah wakaf,” katanya.

Sementara itu, salah seorang keluarga terdampak, Acih (51), mengaku sedikitnya tujuh makam keluarganya berada di area longsoran. Dari jumlah tersebut, tiga makam disebut hilang akibat tergerus longsor.

“Yang tiga hilang. Itu kakak, keponakan sama mertua saya,” ujarnya.

Acih mengatakan dirinya baru mengetahui kondisi tersebut sekitar dua hari lalu. Ia mengaku terkejut karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda maupun pemberitahuan bahwa area makam berpotensi longsor.

“Cepat banget. Seminggu enggak ke sini, tahu-tahu makamnya sudah enggak ada. Kaget,” katanya.

Meski sebagian makam keluarganya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, Acih berharap ada bantuan dari pihak terkait untuk kebutuhan pemindahan dan doa bagi para ahli kubur.

Baca juga: Sejak 2023, Kasus HIV di Karawang Paling Banyak Disumbang dari Kelompok Gay

“Paling minta bantuan biaya buat sedekah dan ngerapihin makam yang dipindahkan,” pungkasnya.

Diketahui, longsoran terjadi di area TPU Desa Parungsari yang berbatasan langsung dengan proyek pembangunan bendungan pengendali banjir.

Hingga hari kedua, proses evakuasi dan pemindahan makam masih terus dilakukan oleh warga bersama keluarga ahli waris guna menghindari longsoran susulan. (*)